Daftar Agen (Distributor) Deterjen Murah & Parfum Laundry Kiloan Murah Forti di Jakarta Bogor Depok Tangerang BSD Serpong Bekasi Bandung Cikarang Cirebon Sukabumi Cilegon Banten Subang Jambi Palembang Bangka Belitung Makasar Sumatra Kalimantan Sulawesi

Customer Call Forti Supplier Laundry:

Telkomsel
0812-8220-7940

Indosat
0856-8209-443

XL
0878-8061-2340

(Senin – Sabtu Jam 08.00 – 17.00)

Pusat Penjualan:

Pondok Gede

Bpk Ramli Saputra

Jl. Siliwangi Raya A 120

Rt 03 Rw 17 Chandra Baru

Pondok Gede

Telp:

0812-1813-3066

021-49778108

021-8469045

Pin BB : D141378E

Distributor Resmi:

Bandung (Pasteur)

Ibu Indri Budiarti

Jln Cipedes Atas No. 64

Sukajadi – Bandung

Telp:

Bpk Ridwan (HP/WA: 0878-2174-3140 ) Pin BBM 5CBC04FF

Ibu Indri ( HP : 0877-3838-9147 )

Bandung (Kopo)

Bpk Tommy Suherman

Taman Kopo Indah I Blok E no 78

Bandung– Jawa Barat

Telp:

082-316-742-777 (WA)

0858-6127-5922 (sms)

022 – 91928999

Pin BBM 7c1c7087

Bandung (Dago)

Bambang Ardhi Kusumah

Jalan Cisitu Baru no 1, Dago Kota Bandung

Phone / WA: 0813-2378-9000

Line : Bambang.ardhi

Email : Bambang.ardhi@gmail.Com

BSD Serpong

Ibu Yani

Green Serpong Bintaro (GSB) Cluster La Jardin Blok D 11

Jl. Lengkong Wetan Raya. Tangerang Selatan.

Telp : 0821-2944-9906 / 0858-8019-4654

WA : 0821-2944-9906

Email : yanni.rzk@gmail.com

Bekasi Barat

Bpk. Agus Wijoyoto

Jl. Pelus Raya No. 353

Perumnas 2 Bekasi

Telp:

021-91747226

0852-1900-2182 (sms)

Bogor Kota

Cluster Kencana G.14 Jl. Raya Dramaga KM.7

Bubulak, Bogor

Telp

Bpk Ishom B ( HP/WA : 0878-2174-3140 )

Bpk Anwar ( HP : 0896-5407-0065)

Jakarta Timur

Ibu Endah Sulwesi

Jl. Nusa Indah VI Gg 3 No 302 RT 001 RW 03

Perumnas Klender

Kelurahan Duren Sawit

Telp:

0811-859-603

0815-8618-9316

021 – 8608350

Jakarta Selatan – Tebet

Ibu Vera Asiyanti

Jl. J Buntu No 10 RT 04 RW 12

Tebet – Kebon Baru

Jakarta Selatan

Telp:

0813-812-999-64

021 – 60301202

021 – 93098521

Cikarang

Bpk Prana

Jl. Aster Raya No.51

Taman Lembah Hijau

Lippo Cikarang

Tlp : 0851-0373-0110

HP : 087-876-9595-12

WA: 0897-8368-232

BB : 75782580

Email: prana.putras@gmail.com atau pramesta.sejahtera@gmail.com

Tangerang Kota

Bpk Kiki

Jl. Asahan I no. 14 Rt. 06 / Rw. 15

Bencongan, Kelapa Dua

Tangerang – Banten

Telp:

0856-9112-0579

Jakarta Barat

Bpk Hadi

Jalan Pemancingan Dalam No 1.a RT 07 RW 05, Kelurahan Srengseng Kembangan Jakarta Barat (D Orens Laundry)

Telp 0857-7048-0575, 0813-7456-2310

Jalan H. Taisir no 37 RT 4 RW 11,Kemanggisan Dekat Kampus Binus Kijang

Telp 0896-4470-4427, 0813-7456-2310

Cirebon

Pak Andri

Jl Dr Setia Budi Gg. Tedoria 2 05/01 Pegagan

Palimanan – Cirebon

Telp:

0812-1459-332

0231-341331

Pin BB: 7F960B16

Bogor Kabupaten

Bu Tuti Siti Rukayah

Jl. Telaga Kahuripan Teras Chandra Loka B4 No 23-24

Kemang Tegal Kab. Bogor

Telp:
Bu Tuti : 0811-117-211 atau 0857-7148-3411

Indah : 0856-5910-1592

Depok

Ibu Widyasari

Jl. Palakali No. 82 Rt.07 Rw.12

Kel.Tanah Baru Kec. Beji, Depok

Telp / WA:

0812-5733-3280

Bangka (Provinsi Babel)

Ibu Hana Novera

Jl. Usman Ambon No 70 RT 01/03

Kel. Kacang Pedang Kejaksaan

Pangkal Pinang. Bangka 33125

Telp:

0813-1475-9110

Sukabumi

Pak Adhitia Ervina

Perumahan Tanjung Sari Jl.Aster Blok B-6 no 6 RT01/02

Kel.Karang Tengah Kec Gunung Puyuh Kota Sukabumi

Telp:

0857-2437-7771

Palembang

Pak Al Islami

Jl KH A Ahmad Dahlan Perum Maskarebet Blok C No 9

Rt 46 Rw 03 Kel. Talang Kelapa

Kec. Alang Alang Lebar. Palembang

Telp:

0852-7979-3107

Pin BBM 53C43C73

Jakarta Pusat

(sementara belum aktif lagi)

Jakarta Utara

Ibu Endah S

Apartemen Gading Nias Tower D (Dahlia), Kios KD 08

Kelapa Gading, Jakarta Utara

Telp / Wa

0815-8618-9316

0813-8026-1372

Bogor (Gunung Putri)

Pak Adit Dimas

Perum Bukit Golf Riverside No RRR 108, Bojong Nangka

Gunung Putri, Kab. Bogor

Telp / Whatsapp:

0815-7420-8350

Pin BBM 794FE991

Cilegon – Banten

Ibu Harina

Jl Bukit Baja Raya blok C0 No 6, kompleks BBS III, Cilegon Banten

Pin BBM 5799BEAD

Phone/WA 0811-120-931

Makassar – Sulawesi Selatan

Pak Andi Ilham Akbar R, S.E

Jalan Perintis Kemerdekaan 7/75 D

Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Makassar

Telp: 0852-42-6666-51

WA: 0852-42-595-362

Papua

Pak H. Sutiyo

Kampung Swakarya (Belakang barak bujang Aspol Kloofkamp)

Kel. Gurabesi, Kec. Jayapura Utara. Jayapura. Papua

Telp / WA : 0811-489-100-9

Pin BBm 5AE4C599

Kabupaten Tangerang (Balaraja)

Pak Amir

Perumahan Permata Balaraja Blok C1 No 7 RT 10 RW 01

DS Saga Kec. Balaraja Kab Tangerang

Telp / WA :

0812-9690-9988

0812-8878-4965

0812-9732-5565

Bekasi Timur

Pak Martinus

Jl. Nusantara Raya A3 no.23 rt.008. Rw 010 Perumnas 3

Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur kode pos 17111

Telp

0812-8127-814

Subang

Riko Apriyanto

Sumur Sapi 1 Rt. 04/01 Desa Tanjungtiga

Blanakan, Subang, Jawa Barat

Telp / WA :

0853-2020-3992

Pin BBM: 7dfa2201/d4aded71

Kalimantan Barat (Singkawang)

Dedi Suryana (Singkawang Perfumery Chemical)

Jl. Ratu Sepudak Kiri (Sebelum SPBU 24 jam Sungai Wie)

Singkawang, Kalimantan Barat

Telp / WA :

0896-6629-5295

Pin BBM : d11f86d7

Bogor (Cibinong)

Galuh Ginanjar

Perumahan Cibinong City Acropolis, Cluster Dewijaya, Blok AC no 14 RT 04 RW 18

Sukahati Cibinong Bogor 16913

Telp / WA :

0812-8956-8351

email : galuh.ginaan@gmail.com

Jambi

Ibu Rona Rahmi

Jl.Jendral Sudirman KM 01 Merangin, Bangko – Jambi

Telp / WA :

0812-8594-2700

All Products kami:

– deterjen / detergent laundry (bubuk & cair)
– parfum laundry
– pelicin & pewangi pakaian
– softener laundry
– penghilang noda
dan masih banyak lagi….

Melayani pengiriman untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), BSD Serpong, Serang, dan semua kota di Indonesia seperti Bandung Padang Jambi Lampung Bengkulu Polewali Purwokerto Sidoarjo Surabaya Sumatra Kalimantan dan lain-lain. Bisa untuk laundry kiloan maupun laundry satuan. Juga sedia parfum laundry murah dan berbagai kebutuhan laundry lainnya.

Info lebih lanjut, klik www.fortichemical.com atau www.parfumlaundry.co.id.

Advertisements

Pilih Franchise Laundry atau Mulai dari Nol?

Hello Forti-ers, mau mulai menjalankan bisnis? Tapi bingung mau pilih franchise atau mulai sendiri saja dari nol? Semuanya oke dan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung kebutuhan kita.  Bila kita juga sibuk bekerja kantoran dan ingin menjalankan bisnis sebagai sampingan, ada baiknya kita membeli franchise saja.

Di franchise, kita tinggal mengeluarkan modal, menyediakan tempat,  dan menjalankan sistemnya saja tanpa perlu pusing membuat sistem.  Dengan nama yang sudah establish, lumayan menjadikan jaminan bahwa bisnis kita akan langsung ramai tergantung pada reputasi franchisor (pemilik nama franchise) kita dan lokasi yang kita pilih.  Oleh karena itu bila kita ingin membeli franchise, sebaiknya pilih bisnis dengan merek atau nama yang sudah terjamin.  Paling tidak, dia harus sudah mulai difranchisekan selama minimal 2 tahun dan masih tetap eksis.  Itu baru bisnis jempolan yang ga ada matinya.

Sekarang ini banyak sekali tawaran franchise dari berbagai perusahaan franchisor.  Namun, belum tentu semuanya menjanjikan.  Memang mungkin ide bisnis mereka menarik, belum pernah ada selama ini.  Tapi coba lihat lebih teliti lagi perkembangan bisnis mereka.  Apakah trennya naik? Misalnya kita ingin membeli franchise makanan kecil dengan merek ABC.  Coba kita survey langsung di beberapa franchisee (pembeli franchise) ABC lainnya minimal ke 5 orang franchisee ABC di lokasi yang berbeda.  Bagaimana testimoni mereka? Apakah positif atau negatif? Kalau semuanya positif bolehlah kita memilih franchise tersebut.  Tapi hati-hati bila ada satu orang saja yang memberikan testimoni negatif.  Teliti lebih lanjut, barulah putuskan untuk membeli franchise tersebut.

Franchise memang pilihan untuk memulai bisnis yang paling mudah.  Hanya saja modal yang harus dikeluarkan jauh lebih besar daripada memulai sendiri dari nol karena kita harus membeli satu paket plus biaya franchise, administrasi, pajak, persentase keuntungan kita juga dipotong oleh franchisor, dan biaya lainnya sebesar puluhan juta rupiah.  Lagipula bila kita membeli franchise, berarti kita ikut membesarkan nama atau merek orang lain.  Rata-rata para pengusaha ingin membangun bisnisnya sendiri tanpa harus menggantungkan pada nama orang lain.

Lalu pada franchise, kita juga terikat pada franchisor.  Agak sulit untuk membuat variasi dan berkreasi.  Misalnya bahan baku harus diambil dari franchisor.  Padahal sejalan dengan waktu, kita tahu bahwa ada bahan baku lain yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.  Bila kita memiliki sendiri merek kita, kita bebas untuk menggunakan supplier bahan baku dari mana saja, sehingga keuntungan akan lebih besar.  Dan masih banyak keterikatan lain pada franchisor, entah itu merek, biaya administrasi, persentase keuntungan, dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan franchise laundry? Laundry merupakan bisnis yang ga ada matinya, artikel lain tentang keunggulan bisnis laundry ada di sini.  Namun untuk memulainya bila kita buta sama sekali tentang bisnis ini memang agak sulit.  Maka franchise menjadi salah satu pilihan yang mudah.

Sekarang ini ada pilihan kursus memulai bisnis atau usaha laundry.  Kursus ini biayanya jauh lebih murah daripada franchise.  Hanya berkisar 1 hingga 5 juta saja.  Namun perlu dicek juga apakah penyedia kursus ini benar-benar kredibel atau tidak.  Terkadang ada saja penyedia jasa kursus yang tidak benar-benar menguasai ilmunya.  Bukan hanya laundry saja, semua kursus seperti itu.  Maka, seperti biasa, lakukan survey langsung ke beberapa orang yang pernah mengikuti kursus tersebut.  Jangan hanya membaca testimoni di website penyedia kursus.  Testimoni tersebut bisa saja dibuat-buat.  Tanya langsung.  Kalau ternyata penyedia kursus tersebut kredibel, maka jangan ragu untuk mengikuti kursus itu.

Atau bisa juga membeli VCD, buku, atau e-book tentang laundry.  Namun sekali lagi, VCD, buku, atau e-book ini tidak menjamin apapun.  Terkadang kita sudah terlanjur membeli, tapi ternyata isinya gitu-gitu aja, tidak berbobot, dan hanya menyentuh dasar-dasarnya saja.  Tapi ada VCD, buku, atau e-book yang bagus.  Kita bisa survey langsung ke pembeli VCD, buku, atau e-book ini atau kalau tidak bisa ya… untung-untungan 🙂 Lebih bagus lagi kalau di VCD, buku, atau e-book tersebut ada gratis konsultasinya.

Ada juga pilihan untuk memulai bisnis benar-benar dari nol.  Tanpa franchise, tanpa kursus, tanpa VCD, buku, atau e-book.  Pilihan ini yang paling beresiko karena ketidaktahuan tentang medan bisnis, justru akan membuat kita mengeluarkan biaya lebih besar.  Saran saya, paling tidak ikutilah kursus atau belilah VCD, buku, atau e-book.  Setidaknya ada gambaran tentang bisnis kita, sehingga kalau terjadi kesulitan di lapangan, kita sudah memiliki ilmu untuk menyelesaikannya.  Selamat memulai bisnis dan semoga sukses 🙂

Memilih Mesin Cuci

Mesin cuci adalah salah satu peralatan elektronik yang hampir setiap hari kita gunakan.  Bukan hanya di lingkungan rumah tangga, di berbagai institusi seperti rumah sakit, hotel, dan laundry, adalah pengguna terbesar mesin cuci.  Ada berbagai jenis mesin cuci, mulai dari yang dua tabung (tabung pencucian dan spin berbeda), satu tabung, yang terdiri dari mesin cuci top-loading (bukaan atas), dan front-loading (bukaan depan).  Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung kebutuhan kita.

Berikut merupakan kelebihan dan kekurangannya:

2 tabung

Top-loading

Front-Loading

Cara Penggunaan

Repot

Simpel

Simpel

Konsumsi listrik

Rendah

Tinggi

Tinggi

Konsumsi air

Tinggi

Tinggi

Rendah

Efektivitas pencucian (kebersihan)

Sedang

Sedang

Tinggi

Harga

Rp 1 – 2 juta

Rp 2 – 5 juta

Rp 3 – 8 juta

  

Dari segi cara penggunaannya, mesin cuci dua tabung sangat repot.  Pertama karena harus mengatur sendiri secara manual untuk membilas pakaian.  Bila pakaian selesai dicuci, tentu mesin cuci tersebut akan diam saja dan tidak otomatis membilas pakaian.  Nah, selesai membilas pakaian, kita masih harus memindahkan pakaian tersebut ke tabung yang satu lagi untuk mengeringkannya.  Fiuh… Tapi lumayanlah, daripada nyuci pakai tangan pegel, hehe…  Lain halnya dengan mesin cuci satu tabung.  Begitu kita masukkan pakaian dan deterjen, kita bisa melakukan pekerjaan lain.  Mesin cuci tersebut akan melakukan sendiri pekerjaannya hingga pakaian kering / setengah kering.  Namun untuk mesin cuci top-loading, bila kita ingin menambahkan softener, harus kita tambahkan secara manual.  Jadi ya tetep kita tungguin sampai tahap pembilasan terakhir.  Kalau mesin cuci front-loading, nha, ini yang paling simple.  Kita tinggal masukkan pakaian, deterjen di wadahnya, softener di wadahnya, tekan start.  Jadi deh.  Taraaa..

Dari segi konsumsi listriknya, tergantung kapasitas mesin cuci tersebut terisi berapa kg pakaian.  Makin banyak isinya, makin berat kerjanya, sehingga makin besar konsumsi listriknya.  Dan pada tahap spin atau pengeringan, konsumsi listriknya akan paling besar, terutama bila rpm-nya tinggi.  Namun pada umumnya, mesin cuci dua tabung adalah yang paling hemat listrik.  Daya listriknya hanya berkisar antara 150 – 250 watt.  Sedangkan mesin cuci top-loading dan front loading berkisar antara 350 – 500 watt.  Apalagi bila opsi air panas dihidupkan, maka konsumsi listriknya akan makin tinggi lagi.

Dari segi konsumsi air, mesin cuci front-loading yang paling hemat.  Perbandingannya bisa 1:2 dengan kapasitas yang sama antara mesin cuci front-loading dengan top-loading 1 tabung maupun 2 tabung.  Misal pada mesin cuci top-loading membutuhkan 60 liter air saat tahap pencucian, sedangkan pada mesin cuci front-loading, 60 liter merupakan konsumsi air total dari tahap pencucian hingga pembilasan terakhir.  Irit kan? 🙂

Dari segi efektifitas pencuciannya, mesin cuci front-loading adalah yang terbaik.  Biasanya pada mesin cuci top-loading 1 tabung maupun 2 tabung, pakaian hanya diputar-putar saja, sehingga daya bersihnya kurang.  Sedangkan pada mesin cuci front-loading, pakaian berputar arah vertikal, sehingga pakaian dibanting dan akan lebih bersih karena efek pembantingan tersebut.

Nha, kalau masalah harga, bisa kita lihat pada tabel di atas.  Mana yang paling sesuai untuk kita? Mari kita sesuaikan dengan kebutuhan dan budget.  Selamat mencuci 🙂

Apakah Betadine Dapat Digunakan Untuk Test Kualitas Deterjen?

Hello Forti-ers, jumpa lagi di artikel saya.  Kali ini saya sedikit agak usil mengorek apakah Betadine (obat luka yang ada di pasaran) itu dapat digunakan untuk tes kinerja (kualitas) deterjen?  Saya tertarik menulis artikel ini karena sangat penasaran dengan satu hal yang pernah saya dengar dari beberapa orang teman sesama praktisi kimia laundry:

“Kalau mau ngetes deterjen itu bagus atau nggak, coba aja dites pake Betadine.  Bisa pake 2 cara, pertama masukkan Betadine beberapa tetes ke dalam air 1 gelas, lalu masukkan deterjen sedikit demi sedikit hingga warna Betadine hilang.  Atau sebaliknya, masukkan dulu deterjen ke dalam 1 gelas air, lalu teteskan Betadine hingga warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan.  Jumlah Betadine dan jumlah deterjen harus terukur dengan tepat (kuantitatif), sehingga dapat dibandingkan antara kinerja deterjen satu dengan lainnya.  Misalnya kita menggunakan cara pertama, maka jumlah Betadine mula-mula yang dimasukkan ke dalam air harus sama, contohnya 10 tetes (0,5 ml).  Jumlah deterjen yang dimasukkan sedikit demi sedikit juga harus terukur dengan tepat, misal ditimbang atau cukup menggunakan takaran seperti menggunakan ujung sendok kecil.  Jangan lupa untuk selalu diaduk.  Makin banyak jumlah deterjen yang dimasukkan agar warna larutan Betadine menjadi bening, maka makin jeleklah deterjen kita.  Misal deterjen A membutuhkan 3 ujung sendok agar warna larutan Betadine hilang, sedangkan deterjen B membutuhkan 5 ujung sendok.  Dapat disimpulkan bahwa deterjen A lebih bagus daripada deterjen B.  Bila kita menggunakan cara kedua, sama juga.  Deterjen mula-mula yang dimasukkan ke dalam air harus sama dan terukur, misalnya 1 sendok makan, aduk rata, lalu masukkan Betadine tetes demi tetes sambil diaduk hingga warna larutan berubah menjadi kuning kecoklatan.  Makin banyak jumlah Betadine yang diteteskan, maka makin baguslah deterjen kita.”

Apa benar?

Saya sempat mencoba cara tersebut dan sekilas memang sepertinya cara tersebut oke punya.  Tapi saya sempat ragu juga.  Lalu saya bahas dengan beberapa orang teman dengan background yang sama dengan saya, yaitu kimia.  Mereka juga belum bisa menangkap sisi ilmiah dari cara tersebut.  Apakah noda-noda sehari-hari pada pakaian bisa diidentikkan dengan Betadine?  Misalnya noda lemak, tinta, karat, jamur, tanah, dan lain-lain.

Oke, sekarang kita lihat apakah Betadine itu? Betadine merupakan senyawa kompleks polyvinylpyrrolidone-iodine atau povidone-iodine (PVP-I) yang mengandung iodine sekitar 7,5-10%.  Iodine ini akan terlepas secara perlahan-lahan dari kompleksnya lalu berfungsi untuk membunuh sel eukariot dan prokariot melalui iodinasi lipid dan oksidasi sitoplasma dan komponen membran pada bakteri, jamur, dan virus, sehingga mencegah infeksi pada luka.

Lalu bagaimana bila Betadine ditambahkan pada deterjen? Reaksi apa yang terjadi? Iodine pada Betadine merupakan oksidator.  Sedangkan deterjen pada umumnya mengandung surfaktan ionik (anionik, kationik, maupun zwitterionik) sebagai zat aktifnya.  Walaupun ada beberapa deterjen yang surfaktannya nonionik (tidak bermuatan).  Namun sebagian besar deterjen mengandung surfaktan anionik (bermuatan negatif).  Maka bila Betadine ditambahkan pada deterjen, akan terjadi reaksi reduksi-oksidasi (redoks).  Iodine pada Betadine sebagai oksidator akan mengoksidasi surfaktan anionik, sedangkan iodine sendiri akan terreduksi.  Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Oksidasi: 2ROSO3 ↔ 2RSO3 + O2 + 2e

Reduksi: I2 + 2e ↔ 2I

Redoks: I2 + 2ROSO3Na ↔ 2RSO3 + 2NaI + O2

ROSO3Na mewakili surfaktan anionik pada deterjen dengan R adalah CH3(CH2)10CH2(OCH2CH2)3.

Silakan dikoreksi jika ada yang salah dengan reaksi di atas ya.

Surfaktan anionik pada deterjen di atas misalnya SLES, SLS, LAS, ABS, dll.

Pertanyaan 1, bagaimana bila surfaktan di dalam deterjen adalah bukan surfaktan anionik, melainkan surfaktan kationik, zwitterionik, atau bahkan nonionik? Apakah iodine pada Betadine dapat mengoksidasi surfaktan-surfaktan selain anionik tersebut? Bagaimana reaksinya?

Misalkan bila iodine tidak dapat mengoksidasi surfaktan nonionik, padahal sebenarnya deterjen yang mengandung surfaktan nonionik tersebut bagus, maka deterjen tersebut akan tampak jelek karena tidak mengubah warna iodine.  Padahal deterjen impor banyak sekali yang mengandung surfaktan jenis nonionik ini.

Pertanyaan 2, apakah iodine pada Betadine dapat diidentikkan dengan noda? Apakah reaksi surfaktan terhadap noda adalah reaksi redoks? Mari kita lihat.

Surfaktan (zat aktif permukaan) pada deterjen mempunyai dua ujung yang berbeda yaitu ujung hidrofil (suka air) dan ujung hidrofob (benci air / suka lemak).  Zat aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.  Berikut ini adalah gambaran cara kerja surfaktan pada deterjen saat mengangkat noda.

Cara kerja surfaktan deterjen terhadap noda

Cara kerja surfaktan deterjen terhadap noda

Taken from Utah University.

Mula-mula, surfaktan berbentuk misel dengan ujung hidrofil berikatan hidrogen dengan air, sedangkan ujung hidrofobnya tertolak oleh air, sehingga terlindung di bagian dalam misel.  Saat berdekatan dengan noda, ujung hidrofob ini akan menarik noda dari kain, kemudian bersama-sama membentuk misel baru.  Suhu tinggi, pengadukan dan pengucekan pakaian akan mempercepat proses ini karena akan mempermudah terlepasnya noda dari kain.  Semua proses ini tidak melibatkan pertukaran elektron seperti pada reaksi redoks antara iodine pada betadine dengan surfaktan anionik.  Yang terjadi hanyalah interaksi / gaya yang timbul akibat adanya sifat hidrofil-hidrofob tersebut.

Tuh kan?

Terjawab sudah bahwa iodine pada Betadine tidak bisa diidentikkan dengan noda karena interaksi yang terjadi dengan surfaktan jelas berbeda.

Sebenarnya bisa juga diasumsikan bahwa jumlah iodine setara dengan jumlah surfaktan pada deterjen (cara 2).  Namun apakah jumlah surfaktan dalam deterjen dapat diasumsikan bahwa deterjen itu bagus?

“This whole chemical interplay of detergent, dirt and water needs just the right mix of water and quantity and nature of surfactant molecule to take place appreciably. If there are too few surfactant molecules, and too little energy in the water, the surfactants will not be able to surround and carry away oil and dirt globules as described. However, too many surfactant molecules will cause a problem as well because they will stick to every fiber present and copious rinsing will be required to really rid the laundry of the thus resultant surfactant layer.” (brighthub. com)

Tuh, ternyata kebanyakan surfaktan malah jelek juga ya?

Selain itu, di dalam deterjen, yang bekerja membersihkan noda bukan hanya surfaktan, tapi juga ada enzim, bleach agent, bintik biru, dll.

“Modern detergents contain more than surfactants. Cleaning products may also contain enzymes to degrade protein-based stains, bleaches to de-color stains and add power to cleaning agents, and blue dyes to counter yellowing.” (chemistry. about. com)

Jika kita mengetes kinerja deterjen menggunakan Betadine seperti ini: Misal deterjen A mengandung surfaktan 30%, tetapi tidak mengandung enzim, bleach agent, bintik biru, dll.  Sedangkan deterjen B hanya mengandung surfaktan 28%, tetapi mengandung bleach agent 25%.  Apakah deterjen A lebih baik daripada deterjen B? Kalau menurut tes Betadine, akan tampak bahwa deterjen A lebih baik daripada deterjen B.  Padahal kan tidak demikian.

Oiya, saya sempat googling berkali-kali dan tidak ada satupun artikel dari luar negeri yang menyebutkan bahwa iodine dapat digunakan untuk tes kinerja deterjen.  Cuma ada di artikel-artikel berbahasa Indonesia dan saya tidak habis pikir dari mana mereka mendapatkan metode ini.  Saya coba cari-cari di SNI (Standar Nasional Indonesia), ASTM (American Society for Testing and Materials), AOAC (Association of Analytical Communities), dan macem-macem metode standar lainnya, tidak ada yang menyebutkan metode Betadine ini.  Saya sangat penasaran.  Bila ada yang memiliki dasar ilmiah atau artikel-artikel valid yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai metode iodine untuk tes kinerja deterjen, silakan berbagi.  Bila ada kesalahan pada artikel saya, mohon maaf ya, dan mohon koreksinya.  Mari kita belajar sama-sama, untuk Indonesia yang lebih baik :).

Seni Mencuci Pakaian

Mencuci pakaian merupakan salah satu kegiatan sehari-hari yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita.  Setelah seharian beraktivitas, pakaian yang kita kenakan akan kotor oleh keringat, debu, dan berbagai noda membandel.  Oleh karena itu, pakaian perlu segera dicuci agar bakteri tidak berlama-lama menempel pada pakaian kotor yang menyebabkan pakaian menjadi bau.

Mencuci pakaian memerlukan trik-trik khusus dan seni tersendiri.  Kita tidak boleh asal saja dalam mencuci karena belum tentu pakaian kita menjadi bersih sempurna dan awet warnanya.  Tentunya kita memiliki setumpuk pakaian yang sudah pudar warnanya, apek baunya, menciut ukurannya, atau terdapat noda yang tidak bisa dihilangkan.  Hal itu terjadi karena kita belum mengetahui seni mencuci pakaian yang baik dan benar.  Berikut ini merupakan tips dan trik seni mencuci pakaian:

  1. Segera bilas dengan air dan sedikit sabun lalu kucek atau sikat dengan kain bersih apabila saat beraktivitas, pakaian kita tiba-tiba terkena suatu noda, misal saos, kecap, darah, dan lainnya.  Mendiamkannya hanya akan memperparah keadaan karena noda akan semakin lengket dan bersenyawa dengan pakaian, sehingga sulit dibersihkan.
  2. Selesai beraktivitas, segera rendam pakaian tersebut dengan deterjen.  Merendam pakaian merupakan tahap yang sangat penting karena pada tahap ini, deterjen akan bekerja melunakkan noda, sehingga noda akan semakin mudah dibersihkan pada saat tahap pencucian.  Semakin lama merendam, noda akan semakin mudah hilang.  Paling lama perendaman adalah 1 malam.  Namun pada umumnya, 30 menit merupakan waktu yang cukup.  Pilih deterjen khusus yang tidak menyebabkan bau saat perendaman.  Hati-hati dengan pakaian yang mudah luntur, jangan merendamnya terlalu lama karena akan merusak warnanya.
  3. Pada saat merendam, mencuci, maupun mengeringkan pakaian, jangan lupa untuk memisahkan pakaian berwarna dengan pakaian putih.  Pakaian yang mudah luntur seperti beberapa jenis jeans juga jangan dicampur dengan pakaian lainnya.  Pemisahan juga dapat dilakukan berdasarkan tingkat kekotoran pakaian tersebut.
  4. Pemilihan deterjen juga perlu diperhatikan:

–          Untuk noda-noda berat, gunakan deterjen khusus seperti Forti Heavy-Duty Detergent.  Deterjen ini akan membantu menghilangkan noda berat yang sulit dibersihkan oleh deterjen konvensional.  Anda juga dapat menambahkan Forti Spot Removal (penghilang noda khusus) yang dicampurkan dengan deterjen atau Anda dapat melakukan spotting terlebih dahulu pada area noda.  Spotting di sini adalah mengaplikasikan Spot Removal pada noda, diamkan sebentar, lalu sikat hingga noda melunak.  Bila noda belum juga hilang, rendam pakaian tersebut dengan deterjen dicampur dengan Spot Removal, lalu cuci.  Noda akan hilang saat pencucian.  Beberapa noda yang sudah terlalu lama menempel pada pakaian, yang sudah bersenyawa dengan serat kain, tidak akan dapat dihilangkan.  Oleh karena itu perlu dilakukan treatment dengan segera setelah pakaian terkena noda.

–          Untuk pakaian berwarna, bila kita menginginkan warna yang tetap seperti baru, walaupun sudah berkali-kali cuci, gunakan Forti Oxy-G Detergent.  Deterjen ini membantu mencerahkan warna pakaian Anda, meski sudah berkali-kali cuci.  Anda juga dapat menambahkan Oxy-G (bukan deterjen) yang dicampurkan dengan deterjen.

–          Untuk pencucian dengan mesin cuci, gunakan deterjen matic atau deterjen liquid.  Deterjen matic merupakan deterjen rendah busa.  Mengapa deterjen untuk mesin cuci harus deterjen rendah busa? Karena busa yang melimpah menyebabkan pakaian akan membutuhkan air yang banyak untuk membilasnya.  Air yang terlalu banyak tentu saja boros bagi kita dan tahap pembilasan akan memakan waktu yang lebih lama.  Selain itu busa yang terlalu banyak akan merusak mesin cuci kita.  Mesin cuci kita akan lebih mudah berkerak.

–          Dibanding deterjen bubuk, deterjen liquid lebih sesuai untuk mesin cuci.  Mengapa? Karena deterjen liquid berbasis air, sedangkan deterjen bubuk berbasis bahan kimia bubuk yang akan mengendap di mesin cuci dan menimbulkan kerak, jamur, karat, dan bau pada mesin cuci kita.  Tentu kita tidak menginginkan mesin cuci kita mudah rusak bukan? Namun, deterjen matic bubuk dapat kita gunakan pada mesin cuci kita, tetapi kita harus sering membersihkan mesin cuci kita dengan larutan pembersih mesin cuci.  Keampuhan deterjen liquid sama dengan deterjen bubuk dalam membasmi noda.  Namun deterjen liquid lebih cepat bekerja karena lebih mudah larut dibanding deterjen bubuk.

–          Bila kita menginginkan pakaian kita lebih lembut tanpa perlu repot menambahkan softener, kita dapat menggunakan deterjen yang sudah mengandung softener di dalamnya, seperti Softmatic Detergent.  Namun, kita juga dapat menambahkan softener di akhir pembilasan.  Jangan bilas lagi pakaian yang sudah kita rendam dengan softener.  Perendaman menggunakan softener minimal 10 menit.

–          Bila kita hanya mencuci pakaian sehari-hari kita dengan noda ringan menggunakan mesin cuci, gunakan deterjen Forti Matic atau Forti Liquid.  Namun bila kita ingin mencuci dengan tangan, gunakan Forti Ultra, Forti Daily, Forti Liquid, atau Forti Cream Detergent.  Ingat, jangan menyikat pakaian terlalu keras karena akan merusaknya.  Bila noda belum juga hilang saat disikat, rendam kembali pakaian tersebut, jangan dipaksa disikat.

–          Untuk pakaian putih, kita dapat merendam pakaian kita memakai pemutih pakaian seperti Forti Whitener.  Perlu diingat bahwa produk ini hanya untuk pakaian putih polos dan jangan mencampurkannya dengan deterjen.  Jangan campur pakaian yang telah direndam menggunakan produk ini dengan pakaian berwarna lain, saat tahap pencucian hingga pengeringan.  Karena akan melunturi pakaian lainnya.

  1. Ada beberapa jenis pakaian yang tidak dapat dicuci menggunakan mesin cuci.  Misalnya, kebaya, gaun, pakaian dalam, dan lain-lain.  Bila digunakan mesin cuci, pakaian-pakaian tersebut akan rusak, melar, menciut, atau sobek.  Untuk itu perlu kita perhatikan label yang biasanya terdapat pada pakaian kita.  Pada label tersebut terdapat informasi penting tentang cara pencucian pakaian tersebut.  Berikut ini merupakan simbol-simbol yang umumnya ada pada label pakaian klik di sini.
  2. Setelah tahap pencucian, kita masuk pada tahap pengeringan.  Pada umumnya kita menggunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian kita.  Namun kita juga dapat menggunakan mesin pengering khusus (dryer).  Perlu diingat bahwa tidak semua pakaian dapat dikeringkan menggunakan sinar matahari ataupun dryer.  Biasanya pengeringannya hanya perlu diangin-anginkan saja.  Untuk itu kita perlu memperhatikan label pada pakaian.  Pada pengeringan menggunakan sinar matahari maupun dryer, kita perlu membalik pakaian kita, yang di bagian luar menjadi di dalam, untuk mempertahankan warnanya.  Pakaian berwarna yang terkena panas berlebihan akan mudah pudar.  Pada pengeringan menggunakan dryer, perhatikan waktunya.  Setiap jenis pakaian memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk kering.  Setiap 15 menit, periksa pakaian-pakaian di dalam dryer, keluarkan pakaian yang sudah kering, tutup kembali, lalu lanjutkan pemanasan hingga semua pakaian kering.  Hal ini perlu dilakukan untuk menghemat listrik atau gas dan mempercepat proses pengeringan.  Pakaian yang sudah kering, bila tidak kita keluarkan terlebih dahulu, akan terus ikut dikeringkan, sehingga panas yang seharusnya untuk pakaian yang masih basah, akan terhalang oleh pakaian kering tersebut dan proses pengeringan akan menjadi lebih lama.  Selain itu pakaian yang terlalu kering akan menjadi kaku dan sulit untuk disetrika.
  3. Setelah kering, pakaian siap untuk disetrika.  Jangan sekali-sekali menyetrika pakaian yang masih basah karena akan menimbulkan bau.  Dan perhatikan label pada pakaian, tidak semua pakaian bisa disetrika.  Pada tahap penyetrikaan, kita dapat menggunakan pelicin setrikaan seperti Forti Ironing Liquid untuk melicinkan pakaian dan memudahkan proses penyetrikaan.  Produk ini terdapat beraneka macam wewangian yang tahan lama yang dapat Anda pilih sesuai gaya Anda.
  4. Setelah disetrika, pakaian dapat disemprotkan parfum laundry pada sisi bagian atas, bawah, dan dalam pakaian.  Parfum ini akan menempel berminggu-minggu lamanya walau disimpan di dalam lemari sekalipun.  Pilihlah parfum dengan aroma yang sama dengan aroma pelicin dan softener.  Aroma yang berlainan akan menimbulkan crash sehingga aromanya akan saling meniadakan.

Nah, demikian tips dan trik seni mencuci pakaian kali ini.  Bila semua poin di atas dilaksanakan, niscaya pakaian Anda akan lebih bersih, awet, dan terawat.  Untuk info mengenai kimia laundry, klik di sini.  Selamat mencoba :).

Simbol Label pada Pakaian

Berikut ini merupakan simbol label pada pakaian yang berisi tentang perlakuan yang sesuai dengan pakaian tersebut.

Cara Mencuci (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian wash

simbol label care pakaian wash

Cara bleaching (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian bleach

simbol label care pakaian bleach

Cara menyetrika & dry clean (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian ironing dan dry clean

simbol label care pakaian ironing dan dry clean

Cara mengeringkan (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian dry

simbol label care pakaian dry

Pastikan kita mengikuti aturan pada label pakaian tersebut agar pakaian kita lebih awet dan terawat.  Tentang cuci mencuci lebih jauh, klik di sini.

Deterjen Ramah Lingkungan Dapat Menyuburkan Tanaman ???

Bila kita membuka beberapa website atau blog yang menjual produk deterjen, atau menerima brosur tentang product knowledge deterjen, sering kita jumpai terdapat tulisan seperti ini: “Deterjen kami ramah lingkungan! Buktinya dapat digunakan untuk menyiram tanaman! Dapat menyuburkan tanaman! Belilah produk kami untuk penyelamatan linkungan hidup!” Dan kalimat-kalimat lain yang sejenis yang kira-kira bernada sama.

Lalu yang menjadi pertanyaan ialah benarkah definisi mereka tentang deterjen yang ramah lingkungan itu? Apakah deterjen mereka benar-benar ramah lingkungan?

Oke, sekarang kita lihat kegiatan mencuci kita sehari-hari. Setelah mencuci, ke manakah air limbah buangan cucian kita? Tentunya hampir semua orang langsung membuang air limbah cuciannya ke saluran pembuangan. Beberapa di antara kita memiliki instalasi pengolahan limbah rumah tangga yang dapat mengolah limbahnya terlebih dahulu, sehingga saat dibuang ke lingkungan menjadi tidak berbahaya lagi. Namun hal itu sangat jarang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita karena masyarakat kita masih belum cukup teredukasi mengenai pentingnya pengolahan limbah tersebut.

Kembali lagi kepada slogan deterjen yang dapat menyuburkan tanaman di atas. Mengapa deterjen tersebut dapat menyuburkan tanaman? Jawabannya adalah deterjen tersebut mengandung fosfat. Fosfat merupakan bahan baku utama pupuk yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman. Fosfat merupakan senyawa utama, selain nitrogen dan kalium, yang paling dibutuhkan oleh tanaman. Lalu untuk apa deterjen diberi fosfat? Fosfat dalam deterjen berfungsi sebagai builder yang membantu daya pembersihan dan menghilangkan kesadahan air. Kesadahan air dapat menurunkan kinerja deterjen, untuk itu perlu dihilangkan agar kinerja deterjen menjadi optimal.

Nah, sekarang apa jadinya bila limbah deterjen yang mengandung fosfat tersebut kita buang ke saluran pembuangan kita? Saluran pembuangan kita nanti akan bermuara ke sungai. Menurut berbagai sumber yang sangat dapat dipercaya, fosfat dalam deterjen merupakan penyebab utama proses eutrofikasi (pengkayaan unsur hara yang berlebihan) pada sungai/danau yang ditandai oleh ledakan pertumbuhan alga dan eceng gondok yang secara tidak langsung dapat membahayakan biota air dan lingkungan. Di beberapa negara Eropa, penggunaan fosfat telah dilarang dan diganti dengan senyawa substitusi yang relatif lebih ramah lingkungan.

Jangan terkecoh oleh produsen yang mengklaim bahwa deterjen mereka yang mengandung fosfat dan dapat menyuburkan tanaman itu ramah lingkugan! Itu salah! Deterjen mereka memang dapat menyuburkan tanaman, tetapi itu bukan ramah lingkungan. Lha wong bisa bikin eutrofikasi gitu…

Tapi sebagian besar deterjen yang ada di Indonesia menggunakan fosfat sebagai bahan buildernya karena bahan-bahan lain sebagai pengganti fosfat harganya lebih mahal dan kinerjanya kalah jauh dari fosfat. Lalu bagaimana? Tenang Forti-ers. Deterjen yang mengandung fosfat ini masih dapat digunakan, asal limbahnya jangan langsung dibuang ke selokan. Kecuali setiap kita mencuci, limbahnya langsung kita gunakan untuk menyiram tanaman atau kita olah terlebih dahulu agar tidak mencemari lingkungan lalu kita bisa buang atau kita pakai kembali. Lebih jauh tentang pengolahan limbah deterjen dapat dilihat di artikel kami yang lain.

Kini kita sudah tahu bukan tentang fosfat pada deterjen yang dapat menyebabkan eutrofikasi (tidak ramah lingkungan)? Nah, sekarang kita jangan mudah terkecoh oleh slogan yang menyebutkan bahwa deterjen yang dapat menyuburkan tanaman itu ramah lingkungan. Tapi tenang saja, deterjen tersebut masih dapat kita gunakan asal limbahnya tidak langsung dibuang ke selokan. Selamat mencuci :).

Dari berbagai sumber.