Deterjen Ramah Lingkungan Dapat Menyuburkan Tanaman ???

Bila kita membuka beberapa website atau blog yang menjual produk deterjen, atau menerima brosur tentang product knowledge deterjen, sering kita jumpai terdapat tulisan seperti ini: “Deterjen kami ramah lingkungan! Buktinya dapat digunakan untuk menyiram tanaman! Dapat menyuburkan tanaman! Belilah produk kami untuk penyelamatan linkungan hidup!” Dan kalimat-kalimat lain yang sejenis yang kira-kira bernada sama.

Lalu yang menjadi pertanyaan ialah benarkah definisi mereka tentang deterjen yang ramah lingkungan itu? Apakah deterjen mereka benar-benar ramah lingkungan?

Oke, sekarang kita lihat kegiatan mencuci kita sehari-hari. Setelah mencuci, ke manakah air limbah buangan cucian kita? Tentunya hampir semua orang langsung membuang air limbah cuciannya ke saluran pembuangan. Beberapa di antara kita memiliki instalasi pengolahan limbah rumah tangga yang dapat mengolah limbahnya terlebih dahulu, sehingga saat dibuang ke lingkungan menjadi tidak berbahaya lagi. Namun hal itu sangat jarang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita karena masyarakat kita masih belum cukup teredukasi mengenai pentingnya pengolahan limbah tersebut.

Kembali lagi kepada slogan deterjen yang dapat menyuburkan tanaman di atas. Mengapa deterjen tersebut dapat menyuburkan tanaman? Jawabannya adalah deterjen tersebut mengandung fosfat. Fosfat merupakan bahan baku utama pupuk yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman. Fosfat merupakan senyawa utama, selain nitrogen dan kalium, yang paling dibutuhkan oleh tanaman. Lalu untuk apa deterjen diberi fosfat? Fosfat dalam deterjen berfungsi sebagai builder yang membantu daya pembersihan dan menghilangkan kesadahan air. Kesadahan air dapat menurunkan kinerja deterjen, untuk itu perlu dihilangkan agar kinerja deterjen menjadi optimal.

Nah, sekarang apa jadinya bila limbah deterjen yang mengandung fosfat tersebut kita buang ke saluran pembuangan kita? Saluran pembuangan kita nanti akan bermuara ke sungai. Menurut berbagai sumber yang sangat dapat dipercaya, fosfat dalam deterjen merupakan penyebab utama proses eutrofikasi (pengkayaan unsur hara yang berlebihan) pada sungai/danau yang ditandai oleh ledakan pertumbuhan alga dan eceng gondok yang secara tidak langsung dapat membahayakan biota air dan lingkungan. Di beberapa negara Eropa, penggunaan fosfat telah dilarang dan diganti dengan senyawa substitusi yang relatif lebih ramah lingkungan.

Jangan terkecoh oleh produsen yang mengklaim bahwa deterjen mereka yang mengandung fosfat dan dapat menyuburkan tanaman itu ramah lingkugan! Itu salah! Deterjen mereka memang dapat menyuburkan tanaman, tetapi itu bukan ramah lingkungan. Lha wong bisa bikin eutrofikasi gitu…

Tapi sebagian besar deterjen yang ada di Indonesia menggunakan fosfat sebagai bahan buildernya karena bahan-bahan lain sebagai pengganti fosfat harganya lebih mahal dan kinerjanya kalah jauh dari fosfat. Lalu bagaimana? Tenang Forti-ers. Deterjen yang mengandung fosfat ini masih dapat digunakan, asal limbahnya jangan langsung dibuang ke selokan. Kecuali setiap kita mencuci, limbahnya langsung kita gunakan untuk menyiram tanaman atau kita olah terlebih dahulu agar tidak mencemari lingkungan lalu kita bisa buang atau kita pakai kembali. Lebih jauh tentang pengolahan limbah deterjen dapat dilihat di artikel kami yang lain.

Kini kita sudah tahu bukan tentang fosfat pada deterjen yang dapat menyebabkan eutrofikasi (tidak ramah lingkungan)? Nah, sekarang kita jangan mudah terkecoh oleh slogan yang menyebutkan bahwa deterjen yang dapat menyuburkan tanaman itu ramah lingkungan. Tapi tenang saja, deterjen tersebut masih dapat kita gunakan asal limbahnya tidak langsung dibuang ke selokan. Selamat mencuci🙂.

Dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s