Tag Archive | harga laundry

Daftar Agen (Distributor) Deterjen Murah & Parfum Laundry Kiloan Murah Forti di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Lampung Padang Bengkulu Purwokerto Sidoarjo Surabaya Polewali BSD Serpong Sumatra Kalimantan

Jakarta Timur

Bpk Ramli Saputra

Jl. Siliwangi Raya A 120

Rt 03 Rw 17 Chandra Baru

Pondok Gede

Telp:

081218133066

021-8469045

021-49778108

 

 

Bandung

Sdr Pranacitra Sinamo (Bubble Laundry)

Jl. Kebon Bibit No. 9

D A G O

Bandung– Jawa Barat

Telp: 08987443218

 

 

BSD Serpong

Bu Ida Rosmaida (Q-loundrie)

Giriloka Blok S3 no 12 Sektor IV-2

Rt 04 Rw 02 Serpong – Banten

Telp:

021-68085445

0811187896

 

 

Bekasi Timur

Sdr. Agus Wijoyoto

Jl. Pelus Raya No. 353

Perumnas 2 Bekasi

Telp:

021-91747226

085219002182

 

 

Jakarta Utara

Bpk. Ferry M

Jl. Pinus 2 Blok C-3 no.3

Kompleks Gading Griya Lestari

Kelapa Gading

Telp:

021-4403714

021-23715550 (Flexi)

 

 

Marketing Forti Supplier Laundry:
Kadek : 085283383222
Yanuar : 087875926222

Email:

fortichemical@yahoo.com
Facebook: fortichemical

All Products kami:

- deterjen / detergent laundry (bubuk & cair)
– parfum laundry
– pelicin & pewangi pakaian
– softener laundry
– penghilang noda
dan masih banyak lagi….

Melayani pengiriman untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), BSD  Serpong, Serang, dan semua kota di Indonesia seperti Bandung Padang Jambi Lampung Bengkulu Polewali Purwokerto Sidoarjo Surabaya Sumatra Kalimantan dan lain-lain. Bisa untuk laundry kiloan maupun laundry satuan. Juga sedia parfum laundry murah dan berbagai kebutuhan laundry lainnya.

Info lebih lanjut, klik www.fortichemical.com atau www.parfumlaundry.co.id.

Info mesin laundry (mesin cuci, mesin pengering / dryer) dan perlengkapan laundry, klik www.paketlaundry.com.

PROMO parfum laundry murah & deterjen laundry murah di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Lampung Padang Bengkulu Purwokerto Sidoarjo Surabaya BSD Serpong Sumatra Kalimantan dll

parfum deterjen laundry murah depok jakarta bekasi tangerang bsd jabodetabek bogor

info lengkap klik:
www.fortichemical.com

 

All Products kami:

- deterjen / detergent laundry (bubuk & cair)
– parfum laundry
– pelicin & pewangi pakaian
– softener laundry
– penghilang noda
dan masih banyak lagi….

Deterjen / detergent laundry murah untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) dan semua kota di Indonesia seperti Bandung Padang Jambi Lampung dan lain-lain. Bisa untuk laundry kiloan maupun laundry satuan. Juga sedia parfum laundry murah dan berbagai kebutuhan laundry lainnya.

Daftar Agen (Distributor) Deterjen Murah & Parfum Laundry Kiloan Murah Forti di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Lampung Padang Bengkulu Purwokerto Sidoarjo Surabaya Polewali BSD Serpong Sumatra Kalimantan

Jakarta Timur

Bpk Ramli Saputra

Jl. Siliwangi Raya A 120

Rt 03 Rw 17 Chandra Baru

Pondok Gede

Telp:

081218133066

021-8469045

021-49778108

Bandung

Sdr Pranacitra Sinamo (Bubble Laundry)

Jl. Kebon Bibit No. 9

D A G O

Bandung– Jawa Barat

Telp: 08987443218

BSD Serpong

Bu Ida Rosmaida (Q-loundrie)

Giriloka Blok S3 no 12 Sektor IV-2

Rt 04 Rw 02 Serpong – Banten

Telp:

021-68085445

0811187896

Bekasi Timur

Sdr. Agus Wijoyoto

Jl. Pelus Raya No. 353

Perumnas 2 Bekasi

Telp:

021-91747226

085219002182

 

 

Email:

fortichemical@yahoo.com
Facebook: fortichemical

All Products kami:

- deterjen / detergent laundry (bubuk & cair)
– parfum laundry
– pelicin & pewangi pakaian
– softener laundry
– penghilang noda
dan masih banyak lagi….

Melayani pengiriman untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), BSD  Serpong, Serang, dan semua kota di Indonesia seperti Bandung Padang Jambi Lampung Bengkulu Polewali Purwokerto Sidoarjo Surabaya Sumatra Kalimantan dan lain-lain. Bisa untuk laundry kiloan maupun laundry satuan. Juga sedia parfum laundry murah dan berbagai kebutuhan laundry lainnya.

Info lebih lanjut, klik www.fortichemical.com atau www.parfumlaundry.co.id.

 

Apakah Betadine Dapat Digunakan Untuk Test Kualitas Deterjen?

Hello Forti-ers, jumpa lagi di artikel saya.  Kali ini saya sedikit agak usil mengorek apakah Betadine (obat luka yang ada di pasaran) itu dapat digunakan untuk tes kinerja (kualitas) deterjen?  Saya tertarik menulis artikel ini karena sangat penasaran dengan satu hal yang pernah saya dengar dari beberapa orang teman sesama praktisi kimia laundry:

“Kalau mau ngetes deterjen itu bagus atau nggak, coba aja dites pake Betadine.  Bisa pake 2 cara, pertama masukkan Betadine beberapa tetes ke dalam air 1 gelas, lalu masukkan deterjen sedikit demi sedikit hingga warna Betadine hilang.  Atau sebaliknya, masukkan dulu deterjen ke dalam 1 gelas air, lalu teteskan Betadine hingga warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan.  Jumlah Betadine dan jumlah deterjen harus terukur dengan tepat (kuantitatif), sehingga dapat dibandingkan antara kinerja deterjen satu dengan lainnya.  Misalnya kita menggunakan cara pertama, maka jumlah Betadine mula-mula yang dimasukkan ke dalam air harus sama, contohnya 10 tetes (0,5 ml).  Jumlah deterjen yang dimasukkan sedikit demi sedikit juga harus terukur dengan tepat, misal ditimbang atau cukup menggunakan takaran seperti menggunakan ujung sendok kecil.  Jangan lupa untuk selalu diaduk.  Makin banyak jumlah deterjen yang dimasukkan agar warna larutan Betadine menjadi bening, maka makin jeleklah deterjen kita.  Misal deterjen A membutuhkan 3 ujung sendok agar warna larutan Betadine hilang, sedangkan deterjen B membutuhkan 5 ujung sendok.  Dapat disimpulkan bahwa deterjen A lebih bagus daripada deterjen B.  Bila kita menggunakan cara kedua, sama juga.  Deterjen mula-mula yang dimasukkan ke dalam air harus sama dan terukur, misalnya 1 sendok makan, aduk rata, lalu masukkan Betadine tetes demi tetes sambil diaduk hingga warna larutan berubah menjadi kuning kecoklatan.  Makin banyak jumlah Betadine yang diteteskan, maka makin baguslah deterjen kita.”

Apa benar?

Saya sempat mencoba cara tersebut dan sekilas memang sepertinya cara tersebut oke punya.  Tapi saya sempat ragu juga.  Lalu saya bahas dengan beberapa orang teman dengan background yang sama dengan saya, yaitu kimia.  Mereka juga belum bisa menangkap sisi ilmiah dari cara tersebut.  Apakah noda-noda sehari-hari pada pakaian bisa diidentikkan dengan Betadine?  Misalnya noda lemak, tinta, karat, jamur, tanah, dan lain-lain.

Oke, sekarang kita lihat apakah Betadine itu? Betadine merupakan senyawa kompleks polyvinylpyrrolidone-iodine atau povidone-iodine (PVP-I) yang mengandung iodine sekitar 7,5-10%.  Iodine ini akan terlepas secara perlahan-lahan dari kompleksnya lalu berfungsi untuk membunuh sel eukariot dan prokariot melalui iodinasi lipid dan oksidasi sitoplasma dan komponen membran pada bakteri, jamur, dan virus, sehingga mencegah infeksi pada luka.

Lalu bagaimana bila Betadine ditambahkan pada deterjen? Reaksi apa yang terjadi? Iodine pada Betadine merupakan oksidator.  Sedangkan deterjen pada umumnya mengandung surfaktan ionik (anionik, kationik, maupun zwitterionik) sebagai zat aktifnya.  Walaupun ada beberapa deterjen yang surfaktannya nonionik (tidak bermuatan).  Namun sebagian besar deterjen mengandung surfaktan anionik (bermuatan negatif).  Maka bila Betadine ditambahkan pada deterjen, akan terjadi reaksi reduksi-oksidasi (redoks).  Iodine pada Betadine sebagai oksidator akan mengoksidasi surfaktan anionik, sedangkan iodine sendiri akan terreduksi.  Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Oksidasi: 2ROSO3- ↔ 2RSO3 + O2 + 2e-

Reduksi: I2 + 2e- ↔ 2I-

Redoks: I2 + 2ROSO3Na ↔ 2RSO3 + 2NaI + O2

ROSO3Na mewakili surfaktan anionik pada deterjen dengan R adalah CH3(CH2)10CH2(OCH2CH2)3.

Silakan dikoreksi jika ada yang salah dengan reaksi di atas ya.

Surfaktan anionik pada deterjen di atas misalnya SLES, SLS, LAS, ABS, dll.

Pertanyaan 1, bagaimana bila surfaktan di dalam deterjen adalah bukan surfaktan anionik, melainkan surfaktan kationik, zwitterionik, atau bahkan nonionik? Apakah iodine pada Betadine dapat mengoksidasi surfaktan-surfaktan selain anionik tersebut? Bagaimana reaksinya?

Misalkan bila iodine tidak dapat mengoksidasi surfaktan nonionik, padahal sebenarnya deterjen yang mengandung surfaktan nonionik tersebut bagus, maka deterjen tersebut akan tampak jelek karena tidak mengubah warna iodine.  Padahal deterjen impor banyak sekali yang mengandung surfaktan jenis nonionik ini.

Pertanyaan 2, apakah iodine pada Betadine dapat diidentikkan dengan noda? Apakah reaksi surfaktan terhadap noda adalah reaksi redoks? Mari kita lihat.

Surfaktan (zat aktif permukaan) pada deterjen mempunyai dua ujung yang berbeda yaitu ujung hidrofil (suka air) dan ujung hidrofob (benci air / suka lemak).  Zat aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.  Berikut ini adalah gambaran cara kerja surfaktan pada deterjen saat mengangkat noda.

Cara kerja surfaktan deterjen terhadap noda

Cara kerja surfaktan deterjen terhadap noda

Taken from Utah University.

Mula-mula, surfaktan berbentuk misel dengan ujung hidrofil berikatan hidrogen dengan air, sedangkan ujung hidrofobnya tertolak oleh air, sehingga terlindung di bagian dalam misel.  Saat berdekatan dengan noda, ujung hidrofob ini akan menarik noda dari kain, kemudian bersama-sama membentuk misel baru.  Suhu tinggi, pengadukan dan pengucekan pakaian akan mempercepat proses ini karena akan mempermudah terlepasnya noda dari kain.  Semua proses ini tidak melibatkan pertukaran elektron seperti pada reaksi redoks antara iodine pada betadine dengan surfaktan anionik.  Yang terjadi hanyalah interaksi / gaya yang timbul akibat adanya sifat hidrofil-hidrofob tersebut.

Tuh kan?

Terjawab sudah bahwa iodine pada Betadine tidak bisa diidentikkan dengan noda karena interaksi yang terjadi dengan surfaktan jelas berbeda.

Sebenarnya bisa juga diasumsikan bahwa jumlah iodine setara dengan jumlah surfaktan pada deterjen (cara 2).  Namun apakah jumlah surfaktan dalam deterjen dapat diasumsikan bahwa deterjen itu bagus?

“This whole chemical interplay of detergent, dirt and water needs just the right mix of water and quantity and nature of surfactant molecule to take place appreciably. If there are too few surfactant molecules, and too little energy in the water, the surfactants will not be able to surround and carry away oil and dirt globules as described. However, too many surfactant molecules will cause a problem as well because they will stick to every fiber present and copious rinsing will be required to really rid the laundry of the thus resultant surfactant layer.” (brighthub. com)

Tuh, ternyata kebanyakan surfaktan malah jelek juga ya?

Selain itu, di dalam deterjen, yang bekerja membersihkan noda bukan hanya surfaktan, tapi juga ada enzim, bleach agent, bintik biru, dll.

“Modern detergents contain more than surfactants. Cleaning products may also contain enzymes to degrade protein-based stains, bleaches to de-color stains and add power to cleaning agents, and blue dyes to counter yellowing.” (chemistry. about. com)

Jika kita mengetes kinerja deterjen menggunakan Betadine seperti ini: Misal deterjen A mengandung surfaktan 30%, tetapi tidak mengandung enzim, bleach agent, bintik biru, dll.  Sedangkan deterjen B hanya mengandung surfaktan 28%, tetapi mengandung bleach agent 25%.  Apakah deterjen A lebih baik daripada deterjen B? Kalau menurut tes Betadine, akan tampak bahwa deterjen A lebih baik daripada deterjen B.  Padahal kan tidak demikian.

Oiya, saya sempat googling berkali-kali dan tidak ada satupun artikel dari luar negeri yang menyebutkan bahwa iodine dapat digunakan untuk tes kinerja deterjen.  Cuma ada di artikel-artikel berbahasa Indonesia dan saya tidak habis pikir dari mana mereka mendapatkan metode ini.  Saya coba cari-cari di SNI (Standar Nasional Indonesia), ASTM (American Society for Testing and Materials), AOAC (Association of Analytical Communities), dan macem-macem metode standar lainnya, tidak ada yang menyebutkan metode Betadine ini.  Saya sangat penasaran.  Bila ada yang memiliki dasar ilmiah atau artikel-artikel valid yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai metode iodine untuk tes kinerja deterjen, silakan berbagi.  Bila ada kesalahan pada artikel saya, mohon maaf ya, dan mohon koreksinya.  Mari kita belajar sama-sama, untuk Indonesia yang lebih baik :).

Seni Mencuci Pakaian

Mencuci pakaian merupakan salah satu kegiatan sehari-hari yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita.  Setelah seharian beraktivitas, pakaian yang kita kenakan akan kotor oleh keringat, debu, dan berbagai noda membandel.  Oleh karena itu, pakaian perlu segera dicuci agar bakteri tidak berlama-lama menempel pada pakaian kotor yang menyebabkan pakaian menjadi bau.

Mencuci pakaian memerlukan trik-trik khusus dan seni tersendiri.  Kita tidak boleh asal saja dalam mencuci karena belum tentu pakaian kita menjadi bersih sempurna dan awet warnanya.  Tentunya kita memiliki setumpuk pakaian yang sudah pudar warnanya, apek baunya, menciut ukurannya, atau terdapat noda yang tidak bisa dihilangkan.  Hal itu terjadi karena kita belum mengetahui seni mencuci pakaian yang baik dan benar.  Berikut ini merupakan tips dan trik seni mencuci pakaian:

  1. Segera bilas dengan air dan sedikit sabun lalu kucek atau sikat dengan kain bersih apabila saat beraktivitas, pakaian kita tiba-tiba terkena suatu noda, misal saos, kecap, darah, dan lainnya.  Mendiamkannya hanya akan memperparah keadaan karena noda akan semakin lengket dan bersenyawa dengan pakaian, sehingga sulit dibersihkan.
  2. Selesai beraktivitas, segera rendam pakaian tersebut dengan deterjen.  Merendam pakaian merupakan tahap yang sangat penting karena pada tahap ini, deterjen akan bekerja melunakkan noda, sehingga noda akan semakin mudah dibersihkan pada saat tahap pencucian.  Semakin lama merendam, noda akan semakin mudah hilang.  Paling lama perendaman adalah 1 malam.  Namun pada umumnya, 30 menit merupakan waktu yang cukup.  Pilih deterjen khusus yang tidak menyebabkan bau saat perendaman.  Hati-hati dengan pakaian yang mudah luntur, jangan merendamnya terlalu lama karena akan merusak warnanya.
  3. Pada saat merendam, mencuci, maupun mengeringkan pakaian, jangan lupa untuk memisahkan pakaian berwarna dengan pakaian putih.  Pakaian yang mudah luntur seperti beberapa jenis jeans juga jangan dicampur dengan pakaian lainnya.  Pemisahan juga dapat dilakukan berdasarkan tingkat kekotoran pakaian tersebut.
  4. Pemilihan deterjen juga perlu diperhatikan:

-          Untuk noda-noda berat, gunakan deterjen khusus seperti Forti Heavy-Duty Detergent.  Deterjen ini akan membantu menghilangkan noda berat yang sulit dibersihkan oleh deterjen konvensional.  Anda juga dapat menambahkan Forti Spot Removal (penghilang noda khusus) yang dicampurkan dengan deterjen atau Anda dapat melakukan spotting terlebih dahulu pada area noda.  Spotting di sini adalah mengaplikasikan Spot Removal pada noda, diamkan sebentar, lalu sikat hingga noda melunak.  Bila noda belum juga hilang, rendam pakaian tersebut dengan deterjen dicampur dengan Spot Removal, lalu cuci.  Noda akan hilang saat pencucian.  Beberapa noda yang sudah terlalu lama menempel pada pakaian, yang sudah bersenyawa dengan serat kain, tidak akan dapat dihilangkan.  Oleh karena itu perlu dilakukan treatment dengan segera setelah pakaian terkena noda.

-          Untuk pakaian berwarna, bila kita menginginkan warna yang tetap seperti baru, walaupun sudah berkali-kali cuci, gunakan Forti Oxy-G Detergent.  Deterjen ini membantu mencerahkan warna pakaian Anda, meski sudah berkali-kali cuci.  Anda juga dapat menambahkan Oxy-G (bukan deterjen) yang dicampurkan dengan deterjen.

-          Untuk pencucian dengan mesin cuci, gunakan deterjen matic atau deterjen liquid.  Deterjen matic merupakan deterjen rendah busa.  Mengapa deterjen untuk mesin cuci harus deterjen rendah busa? Karena busa yang melimpah menyebabkan pakaian akan membutuhkan air yang banyak untuk membilasnya.  Air yang terlalu banyak tentu saja boros bagi kita dan tahap pembilasan akan memakan waktu yang lebih lama.  Selain itu busa yang terlalu banyak akan merusak mesin cuci kita.  Mesin cuci kita akan lebih mudah berkerak.

-          Dibanding deterjen bubuk, deterjen liquid lebih sesuai untuk mesin cuci.  Mengapa? Karena deterjen liquid berbasis air, sedangkan deterjen bubuk berbasis bahan kimia bubuk yang akan mengendap di mesin cuci dan menimbulkan kerak, jamur, karat, dan bau pada mesin cuci kita.  Tentu kita tidak menginginkan mesin cuci kita mudah rusak bukan? Namun, deterjen matic bubuk dapat kita gunakan pada mesin cuci kita, tetapi kita harus sering membersihkan mesin cuci kita dengan larutan pembersih mesin cuci.  Keampuhan deterjen liquid sama dengan deterjen bubuk dalam membasmi noda.  Namun deterjen liquid lebih cepat bekerja karena lebih mudah larut dibanding deterjen bubuk.

-          Bila kita menginginkan pakaian kita lebih lembut tanpa perlu repot menambahkan softener, kita dapat menggunakan deterjen yang sudah mengandung softener di dalamnya, seperti Softmatic Detergent.  Namun, kita juga dapat menambahkan softener di akhir pembilasan.  Jangan bilas lagi pakaian yang sudah kita rendam dengan softener.  Perendaman menggunakan softener minimal 10 menit.

-          Bila kita hanya mencuci pakaian sehari-hari kita dengan noda ringan menggunakan mesin cuci, gunakan deterjen Forti Matic atau Forti Liquid.  Namun bila kita ingin mencuci dengan tangan, gunakan Forti Ultra, Forti Daily, Forti Liquid, atau Forti Cream Detergent.  Ingat, jangan menyikat pakaian terlalu keras karena akan merusaknya.  Bila noda belum juga hilang saat disikat, rendam kembali pakaian tersebut, jangan dipaksa disikat.

-          Untuk pakaian putih, kita dapat merendam pakaian kita memakai pemutih pakaian seperti Forti Whitener.  Perlu diingat bahwa produk ini hanya untuk pakaian putih polos dan jangan mencampurkannya dengan deterjen.  Jangan campur pakaian yang telah direndam menggunakan produk ini dengan pakaian berwarna lain, saat tahap pencucian hingga pengeringan.  Karena akan melunturi pakaian lainnya.

  1. Ada beberapa jenis pakaian yang tidak dapat dicuci menggunakan mesin cuci.  Misalnya, kebaya, gaun, pakaian dalam, dan lain-lain.  Bila digunakan mesin cuci, pakaian-pakaian tersebut akan rusak, melar, menciut, atau sobek.  Untuk itu perlu kita perhatikan label yang biasanya terdapat pada pakaian kita.  Pada label tersebut terdapat informasi penting tentang cara pencucian pakaian tersebut.  Berikut ini merupakan simbol-simbol yang umumnya ada pada label pakaian klik di sini.
  2. Setelah tahap pencucian, kita masuk pada tahap pengeringan.  Pada umumnya kita menggunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian kita.  Namun kita juga dapat menggunakan mesin pengering khusus (dryer).  Perlu diingat bahwa tidak semua pakaian dapat dikeringkan menggunakan sinar matahari ataupun dryer.  Biasanya pengeringannya hanya perlu diangin-anginkan saja.  Untuk itu kita perlu memperhatikan label pada pakaian.  Pada pengeringan menggunakan sinar matahari maupun dryer, kita perlu membalik pakaian kita, yang di bagian luar menjadi di dalam, untuk mempertahankan warnanya.  Pakaian berwarna yang terkena panas berlebihan akan mudah pudar.  Pada pengeringan menggunakan dryer, perhatikan waktunya.  Setiap jenis pakaian memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk kering.  Setiap 15 menit, periksa pakaian-pakaian di dalam dryer, keluarkan pakaian yang sudah kering, tutup kembali, lalu lanjutkan pemanasan hingga semua pakaian kering.  Hal ini perlu dilakukan untuk menghemat listrik atau gas dan mempercepat proses pengeringan.  Pakaian yang sudah kering, bila tidak kita keluarkan terlebih dahulu, akan terus ikut dikeringkan, sehingga panas yang seharusnya untuk pakaian yang masih basah, akan terhalang oleh pakaian kering tersebut dan proses pengeringan akan menjadi lebih lama.  Selain itu pakaian yang terlalu kering akan menjadi kaku dan sulit untuk disetrika.
  3. Setelah kering, pakaian siap untuk disetrika.  Jangan sekali-sekali menyetrika pakaian yang masih basah karena akan menimbulkan bau.  Dan perhatikan label pada pakaian, tidak semua pakaian bisa disetrika.  Pada tahap penyetrikaan, kita dapat menggunakan pelicin setrikaan seperti Forti Ironing Liquid untuk melicinkan pakaian dan memudahkan proses penyetrikaan.  Produk ini terdapat beraneka macam wewangian yang tahan lama yang dapat Anda pilih sesuai gaya Anda.
  4. Setelah disetrika, pakaian dapat disemprotkan parfum laundry pada sisi bagian atas, bawah, dan dalam pakaian.  Parfum ini akan menempel berminggu-minggu lamanya walau disimpan di dalam lemari sekalipun.  Pilihlah parfum dengan aroma yang sama dengan aroma pelicin dan softener.  Aroma yang berlainan akan menimbulkan crash sehingga aromanya akan saling meniadakan.

Nah, demikian tips dan trik seni mencuci pakaian kali ini.  Bila semua poin di atas dilaksanakan, niscaya pakaian Anda akan lebih bersih, awet, dan terawat.  Untuk info mengenai kimia laundry, klik di sini.  Selamat mencoba :).

Simbol Label pada Pakaian

Berikut ini merupakan simbol label pada pakaian yang berisi tentang perlakuan yang sesuai dengan pakaian tersebut.

Cara Mencuci (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian wash

simbol label care pakaian wash

Cara bleaching (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian bleach

simbol label care pakaian bleach

Cara menyetrika & dry clean (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian ironing dan dry clean

simbol label care pakaian ironing dan dry clean

Cara mengeringkan (klik pada gambar untuk tampilan yang lebih jelas):

simbol label care pakaian dry

simbol label care pakaian dry

Pastikan kita mengikuti aturan pada label pakaian tersebut agar pakaian kita lebih awet dan terawat.  Tentang cuci mencuci lebih jauh, klik di sini.

Deterjen Ramah Lingkungan Dapat Menyuburkan Tanaman ???

Bila kita membuka beberapa website atau blog yang menjual produk deterjen, atau menerima brosur tentang product knowledge deterjen, sering kita jumpai terdapat tulisan seperti ini: “Deterjen kami ramah lingkungan! Buktinya dapat digunakan untuk menyiram tanaman! Dapat menyuburkan tanaman! Belilah produk kami untuk penyelamatan linkungan hidup!” Dan kalimat-kalimat lain yang sejenis yang kira-kira bernada sama.

Lalu yang menjadi pertanyaan ialah benarkah definisi mereka tentang deterjen yang ramah lingkungan itu? Apakah deterjen mereka benar-benar ramah lingkungan?

Oke, sekarang kita lihat kegiatan mencuci kita sehari-hari. Setelah mencuci, ke manakah air limbah buangan cucian kita? Tentunya hampir semua orang langsung membuang air limbah cuciannya ke saluran pembuangan. Beberapa di antara kita memiliki instalasi pengolahan limbah rumah tangga yang dapat mengolah limbahnya terlebih dahulu, sehingga saat dibuang ke lingkungan menjadi tidak berbahaya lagi. Namun hal itu sangat jarang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita karena masyarakat kita masih belum cukup teredukasi mengenai pentingnya pengolahan limbah tersebut.

Kembali lagi kepada slogan deterjen yang dapat menyuburkan tanaman di atas. Mengapa deterjen tersebut dapat menyuburkan tanaman? Jawabannya adalah deterjen tersebut mengandung fosfat. Fosfat merupakan bahan baku utama pupuk yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman. Fosfat merupakan senyawa utama, selain nitrogen dan kalium, yang paling dibutuhkan oleh tanaman. Lalu untuk apa deterjen diberi fosfat? Fosfat dalam deterjen berfungsi sebagai builder yang membantu daya pembersihan dan menghilangkan kesadahan air. Kesadahan air dapat menurunkan kinerja deterjen, untuk itu perlu dihilangkan agar kinerja deterjen menjadi optimal.

Nah, sekarang apa jadinya bila limbah deterjen yang mengandung fosfat tersebut kita buang ke saluran pembuangan kita? Saluran pembuangan kita nanti akan bermuara ke sungai. Menurut berbagai sumber yang sangat dapat dipercaya, fosfat dalam deterjen merupakan penyebab utama proses eutrofikasi (pengkayaan unsur hara yang berlebihan) pada sungai/danau yang ditandai oleh ledakan pertumbuhan alga dan eceng gondok yang secara tidak langsung dapat membahayakan biota air dan lingkungan. Di beberapa negara Eropa, penggunaan fosfat telah dilarang dan diganti dengan senyawa substitusi yang relatif lebih ramah lingkungan.

Jangan terkecoh oleh produsen yang mengklaim bahwa deterjen mereka yang mengandung fosfat dan dapat menyuburkan tanaman itu ramah lingkugan! Itu salah! Deterjen mereka memang dapat menyuburkan tanaman, tetapi itu bukan ramah lingkungan. Lha wong bisa bikin eutrofikasi gitu…

Tapi sebagian besar deterjen yang ada di Indonesia menggunakan fosfat sebagai bahan buildernya karena bahan-bahan lain sebagai pengganti fosfat harganya lebih mahal dan kinerjanya kalah jauh dari fosfat. Lalu bagaimana? Tenang Forti-ers. Deterjen yang mengandung fosfat ini masih dapat digunakan, asal limbahnya jangan langsung dibuang ke selokan. Kecuali setiap kita mencuci, limbahnya langsung kita gunakan untuk menyiram tanaman atau kita olah terlebih dahulu agar tidak mencemari lingkungan lalu kita bisa buang atau kita pakai kembali. Lebih jauh tentang pengolahan limbah deterjen dapat dilihat di artikel kami yang lain.

Kini kita sudah tahu bukan tentang fosfat pada deterjen yang dapat menyebabkan eutrofikasi (tidak ramah lingkungan)? Nah, sekarang kita jangan mudah terkecoh oleh slogan yang menyebutkan bahwa deterjen yang dapat menyuburkan tanaman itu ramah lingkungan. Tapi tenang saja, deterjen tersebut masih dapat kita gunakan asal limbahnya tidak langsung dibuang ke selokan. Selamat mencuci :).

Dari berbagai sumber.

Pengolahan Limbah Deterjen

Cara yang paling sederhana mengatasi pencemaran limbah deterjen adalah dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar. Tanaman yang bisa digunakan, antara lain jaringao, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan.

Cara yang lebih efektif adalah membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem pengolahan air limbah (SPAL). Caranya gampang; bahan yang dibutuhkan adalah bahan yang murah meriah sehingga rasanya tak sulit diterapkan di rumah Anda.

Instalasi SPAL terdiri dari dua bagian, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Di dalam bak pengumpul terdapat ruang untuk menangkap sampah yang dilengkapi dengan kasa 1 cm persegi, ruang untuk penangkap lemak, dan ruang untuk menangkap pasir.

Tangki resapan dibuat lebih rendah dari bak pengumpul agar air dapat mengalir lancar. Di dalam tangki resapan ini terdapat arang dan batu koral yang berfungsi untuk menyaring zat-zat pencemar yang ada dalam limbah deterjen.

Cara kerja
Air bekas cucian atau bekas mandi dialirkan ke ruang penangkap sampah yang telah dilengkapi dengan saringan di bagian dasarnya. Sampah akan tersaring dan air akan mengalir masuk ke ruang di bawahnya. Jika air mengandung pasir, pasir akan mengendap di dasar ruang ini, sedangkan lapisan minyak-karena berat jenisnya lebih ringan-akan mengambang di ruang penangkap lemak.

Air yang telah bebas dari pasir, sampah, dan lemak akan mengalir ke pipa yang berada di tengah-tengah tangki resapan. Bagian bawah pipa tersebut diberi lubang sehingga air akan keluar dari bagian bawah. Sebelum air menuju ke saluran pembuangan, air akan melewati penyaring berupa batu koral dan batok kelapa.

Beberapa kompleks perumahan-seperti Lippo Karawaci-dan hampir semua apartemen telah memiliki instalasi pengolah limbah yang canggih dan modern. Limbah yang telah diolah akan digunakan lagi untuk menyiram tanaman, mengguyur kloset, dan untuk mencuci mobil. Di Singapura dan negara-negara maju, limbah rumah tangga bahkan diolah lagi menjadi air minum.

Sumber: Kompas.com