Daftar Agen (Distributor) Deterjen Murah & Parfum Laundry Kiloan Murah Forti di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Lampung Padang Bengkulu Purwokerto Sidoarjo Surabaya Polewali BSD Serpong Sumatra Kalimantan

Jakarta Timur

Bpk Ramli Saputra

Jl. Siliwangi Raya A 120

Rt 03 Rw 17 Chandra Baru

Pondok Gede

Telp:

081218133066

021-8469045

021-49778108

 

 

Bandung

Sdr Pranacitra Sinamo (Bubble Laundry)

Jl. Kebon Bibit No. 9

D A G O

Bandung– Jawa Barat

Telp: 08987443218

 

 

BSD Serpong

Bu Ida Rosmaida (Q-loundrie)

Giriloka Blok S3 no 12 Sektor IV-2

Rt 04 Rw 02 Serpong – Banten

Telp:

021-68085445

0811187896

 

 

Bekasi Timur

Sdr. Agus Wijoyoto

Jl. Pelus Raya No. 353

Perumnas 2 Bekasi

Telp:

021-91747226

085219002182

 

 

Jakarta Utara

Bpk. Ferry M

Jl. Pinus 2 Blok C-3 no.3

Kompleks Gading Griya Lestari

Kelapa Gading

Telp:

021-4403714

021-23715550 (Flexi)

 

 

Marketing Forti Supplier Laundry:
Kadek : 085283383222
Yanuar : 087875926222

Email:

fortichemical@yahoo.com
Facebook: fortichemical

All Products kami:

- deterjen / detergent laundry (bubuk & cair)
- parfum laundry
- pelicin & pewangi pakaian
- softener laundry
- penghilang noda
dan masih banyak lagi….

Melayani pengiriman untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), BSD  Serpong, Serang, dan semua kota di Indonesia seperti Bandung Padang Jambi Lampung Bengkulu Polewali Purwokerto Sidoarjo Surabaya Sumatra Kalimantan dan lain-lain. Bisa untuk laundry kiloan maupun laundry satuan. Juga sedia parfum laundry murah dan berbagai kebutuhan laundry lainnya.

Info lebih lanjut, klik www.fortichemical.com atau www.parfumlaundry.co.id.

Info mesin laundry (mesin cuci, mesin pengering / dryer) dan perlengkapan laundry, klik www.paketlaundry.com.

PROMO parfum laundry murah & deterjen laundry murah di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Lampung Padang Bengkulu Purwokerto Sidoarjo Surabaya BSD Serpong Sumatra Kalimantan dll

parfum deterjen laundry murah depok jakarta bekasi tangerang bsd jabodetabek bogor

info lengkap klik:
www.fortichemical.com

 

All Products kami:

- deterjen / detergent laundry (bubuk & cair)
- parfum laundry
- pelicin & pewangi pakaian
- softener laundry
- penghilang noda
dan masih banyak lagi….

Deterjen / detergent laundry murah untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) dan semua kota di Indonesia seperti Bandung Padang Jambi Lampung dan lain-lain. Bisa untuk laundry kiloan maupun laundry satuan. Juga sedia parfum laundry murah dan berbagai kebutuhan laundry lainnya.

Daftar Agen (Distributor) Deterjen Murah & Parfum Laundry Kiloan Murah Forti di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Lampung Padang Bengkulu Purwokerto Sidoarjo Surabaya Polewali BSD Serpong Sumatra Kalimantan

Jakarta Timur

Bpk Ramli Saputra

Jl. Siliwangi Raya A 120

Rt 03 Rw 17 Chandra Baru

Pondok Gede

Telp:

081218133066

021-8469045

021-49778108

Bandung

Sdr Pranacitra Sinamo (Bubble Laundry)

Jl. Kebon Bibit No. 9

D A G O

Bandung– Jawa Barat

Telp: 08987443218

BSD Serpong

Bu Ida Rosmaida (Q-loundrie)

Giriloka Blok S3 no 12 Sektor IV-2

Rt 04 Rw 02 Serpong – Banten

Telp:

021-68085445

0811187896

Bekasi Timur

Sdr. Agus Wijoyoto

Jl. Pelus Raya No. 353

Perumnas 2 Bekasi

Telp:

021-91747226

085219002182

 

 

Email:

fortichemical@yahoo.com
Facebook: fortichemical

All Products kami:

- deterjen / detergent laundry (bubuk & cair)
- parfum laundry
- pelicin & pewangi pakaian
- softener laundry
- penghilang noda
dan masih banyak lagi….

Melayani pengiriman untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), BSD  Serpong, Serang, dan semua kota di Indonesia seperti Bandung Padang Jambi Lampung Bengkulu Polewali Purwokerto Sidoarjo Surabaya Sumatra Kalimantan dan lain-lain. Bisa untuk laundry kiloan maupun laundry satuan. Juga sedia parfum laundry murah dan berbagai kebutuhan laundry lainnya.

Info lebih lanjut, klik www.fortichemical.com atau www.parfumlaundry.co.id.

 

Parfum Laundry Murah

PROMO DADAKAN !!!

 

PARFUM LAUNDRY TERMURAH !!!

Rp 20.000

Rp 15.000

SEMUA AROMA

(Termasuk yang bestseller)

 

&

 

PELICIN SUPER TERMURAH !!! (NEW)

(Kekuatan aroma hampir seperti parfum)

Rp 8.000

Rp 6.000

SEMUA AROMA juga

 

TERBATAS

HANYA UNTUK 20 PEMBELI TERCEPAT !!!

S/D 27 OKT 2011

(4 HARI SAJA !!!)

 

- Kualitas sama dengan saat non promo

- Minimal pembelian parfum 20 liter (boleh mix s/d 4 jenis aroma)

- Minimal pembelian pelicin super 50 liter (boleh mix s/d 10 jenis aroma)

- Boleh mix antara parfum dan pelicin super (minimal pembelian Rp 300 ribu)

- Harga belum termasuk ongkos kirim dan jerigen (boleh tukar jerigen untuk pengiriman non ekspedisi)

 

Info lengkap: www.fortichemical.com

Telepon:
021 333 2 4040
0852 83383 222
087 8759 26222

Pilih Franchise Laundry atau Mulai dari Nol?

Hello Forti-ers, mau mulai menjalankan bisnis? Tapi bingung mau pilih franchise atau mulai sendiri saja dari nol? Semuanya oke dan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung kebutuhan kita.  Bila kita juga sibuk bekerja kantoran dan ingin menjalankan bisnis sebagai sampingan, ada baiknya kita membeli franchise saja.

Di franchise, kita tinggal mengeluarkan modal, menyediakan tempat,  dan menjalankan sistemnya saja tanpa perlu pusing membuat sistem.  Dengan nama yang sudah establish, lumayan menjadikan jaminan bahwa bisnis kita akan langsung ramai tergantung pada reputasi franchisor (pemilik nama franchise) kita dan lokasi yang kita pilih.  Oleh karena itu bila kita ingin membeli franchise, sebaiknya pilih bisnis dengan merek atau nama yang sudah terjamin.  Paling tidak, dia harus sudah mulai difranchisekan selama minimal 2 tahun dan masih tetap eksis.  Itu baru bisnis jempolan yang ga ada matinya.

Sekarang ini banyak sekali tawaran franchise dari berbagai perusahaan franchisor.  Namun, belum tentu semuanya menjanjikan.  Memang mungkin ide bisnis mereka menarik, belum pernah ada selama ini.  Tapi coba lihat lebih teliti lagi perkembangan bisnis mereka.  Apakah trennya naik? Misalnya kita ingin membeli franchise makanan kecil dengan merek ABC.  Coba kita survey langsung di beberapa franchisee (pembeli franchise) ABC lainnya minimal ke 5 orang franchisee ABC di lokasi yang berbeda.  Bagaimana testimoni mereka? Apakah positif atau negatif? Kalau semuanya positif bolehlah kita memilih franchise tersebut.  Tapi hati-hati bila ada satu orang saja yang memberikan testimoni negatif.  Teliti lebih lanjut, barulah putuskan untuk membeli franchise tersebut.

Franchise memang pilihan untuk memulai bisnis yang paling mudah.  Hanya saja modal yang harus dikeluarkan jauh lebih besar daripada memulai sendiri dari nol karena kita harus membeli satu paket plus biaya franchise, administrasi, pajak, persentase keuntungan kita juga dipotong oleh franchisor, dan biaya lainnya sebesar puluhan juta rupiah.  Lagipula bila kita membeli franchise, berarti kita ikut membesarkan nama atau merek orang lain.  Rata-rata para pengusaha ingin membangun bisnisnya sendiri tanpa harus menggantungkan pada nama orang lain.

Lalu pada franchise, kita juga terikat pada franchisor.  Agak sulit untuk membuat variasi dan berkreasi.  Misalnya bahan baku harus diambil dari franchisor.  Padahal sejalan dengan waktu, kita tahu bahwa ada bahan baku lain yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.  Bila kita memiliki sendiri merek kita, kita bebas untuk menggunakan supplier bahan baku dari mana saja, sehingga keuntungan akan lebih besar.  Dan masih banyak keterikatan lain pada franchisor, entah itu merek, biaya administrasi, persentase keuntungan, dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan franchise laundry? Laundry merupakan bisnis yang ga ada matinya, artikel lain tentang keunggulan bisnis laundry ada di sini.  Namun untuk memulainya bila kita buta sama sekali tentang bisnis ini memang agak sulit.  Maka franchise menjadi salah satu pilihan yang mudah.

Sekarang ini ada pilihan kursus memulai bisnis atau usaha laundry.  Kursus ini biayanya jauh lebih murah daripada franchise.  Hanya berkisar 1 hingga 5 juta saja.  Namun perlu dicek juga apakah penyedia kursus ini benar-benar kredibel atau tidak.  Terkadang ada saja penyedia jasa kursus yang tidak benar-benar menguasai ilmunya.  Bukan hanya laundry saja, semua kursus seperti itu.  Maka, seperti biasa, lakukan survey langsung ke beberapa orang yang pernah mengikuti kursus tersebut.  Jangan hanya membaca testimoni di website penyedia kursus.  Testimoni tersebut bisa saja dibuat-buat.  Tanya langsung.  Kalau ternyata penyedia kursus tersebut kredibel, maka jangan ragu untuk mengikuti kursus itu.

Atau bisa juga membeli VCD, buku, atau e-book tentang laundry.  Namun sekali lagi, VCD, buku, atau e-book ini tidak menjamin apapun.  Terkadang kita sudah terlanjur membeli, tapi ternyata isinya gitu-gitu aja, tidak berbobot, dan hanya menyentuh dasar-dasarnya saja.  Tapi ada VCD, buku, atau e-book yang bagus.  Kita bisa survey langsung ke pembeli VCD, buku, atau e-book ini atau kalau tidak bisa ya… untung-untungan :) Lebih bagus lagi kalau di VCD, buku, atau e-book tersebut ada gratis konsultasinya.

Ada juga pilihan untuk memulai bisnis benar-benar dari nol.  Tanpa franchise, tanpa kursus, tanpa VCD, buku, atau e-book.  Pilihan ini yang paling beresiko karena ketidaktahuan tentang medan bisnis, justru akan membuat kita mengeluarkan biaya lebih besar.  Saran saya, paling tidak ikutilah kursus atau belilah VCD, buku, atau e-book.  Setidaknya ada gambaran tentang bisnis kita, sehingga kalau terjadi kesulitan di lapangan, kita sudah memiliki ilmu untuk menyelesaikannya.  Selamat memulai bisnis dan semoga sukses :)

Memilih Mesin Cuci

Mesin cuci adalah salah satu peralatan elektronik yang hampir setiap hari kita gunakan.  Bukan hanya di lingkungan rumah tangga, di berbagai institusi seperti rumah sakit, hotel, dan laundry, adalah pengguna terbesar mesin cuci.  Ada berbagai jenis mesin cuci, mulai dari yang dua tabung (tabung pencucian dan spin berbeda), satu tabung, yang terdiri dari mesin cuci top-loading (bukaan atas), dan front-loading (bukaan depan).  Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung kebutuhan kita.

Berikut merupakan kelebihan dan kekurangannya:

2 tabung

Top-loading

Front-Loading

Cara Penggunaan

Repot

Simpel

Simpel

Konsumsi listrik

Rendah

Tinggi

Tinggi

Konsumsi air

Tinggi

Tinggi

Rendah

Efektivitas pencucian (kebersihan)

Sedang

Sedang

Tinggi

Harga

Rp 1 – 2 juta

Rp 2 – 5 juta

Rp 3 – 8 juta

  

Dari segi cara penggunaannya, mesin cuci dua tabung sangat repot.  Pertama karena harus mengatur sendiri secara manual untuk membilas pakaian.  Bila pakaian selesai dicuci, tentu mesin cuci tersebut akan diam saja dan tidak otomatis membilas pakaian.  Nah, selesai membilas pakaian, kita masih harus memindahkan pakaian tersebut ke tabung yang satu lagi untuk mengeringkannya.  Fiuh… Tapi lumayanlah, daripada nyuci pakai tangan pegel, hehe…  Lain halnya dengan mesin cuci satu tabung.  Begitu kita masukkan pakaian dan deterjen, kita bisa melakukan pekerjaan lain.  Mesin cuci tersebut akan melakukan sendiri pekerjaannya hingga pakaian kering / setengah kering.  Namun untuk mesin cuci top-loading, bila kita ingin menambahkan softener, harus kita tambahkan secara manual.  Jadi ya tetep kita tungguin sampai tahap pembilasan terakhir.  Kalau mesin cuci front-loading, nha, ini yang paling simple.  Kita tinggal masukkan pakaian, deterjen di wadahnya, softener di wadahnya, tekan start.  Jadi deh.  Taraaa..

Dari segi konsumsi listriknya, tergantung kapasitas mesin cuci tersebut terisi berapa kg pakaian.  Makin banyak isinya, makin berat kerjanya, sehingga makin besar konsumsi listriknya.  Dan pada tahap spin atau pengeringan, konsumsi listriknya akan paling besar, terutama bila rpm-nya tinggi.  Namun pada umumnya, mesin cuci dua tabung adalah yang paling hemat listrik.  Daya listriknya hanya berkisar antara 150 – 250 watt.  Sedangkan mesin cuci top-loading dan front loading berkisar antara 350 – 500 watt.  Apalagi bila opsi air panas dihidupkan, maka konsumsi listriknya akan makin tinggi lagi.

Dari segi konsumsi air, mesin cuci front-loading yang paling hemat.  Perbandingannya bisa 1:2 dengan kapasitas yang sama antara mesin cuci front-loading dengan top-loading 1 tabung maupun 2 tabung.  Misal pada mesin cuci top-loading membutuhkan 60 liter air saat tahap pencucian, sedangkan pada mesin cuci front-loading, 60 liter merupakan konsumsi air total dari tahap pencucian hingga pembilasan terakhir.  Irit kan? :)

Dari segi efektifitas pencuciannya, mesin cuci front-loading adalah yang terbaik.  Biasanya pada mesin cuci top-loading 1 tabung maupun 2 tabung, pakaian hanya diputar-putar saja, sehingga daya bersihnya kurang.  Sedangkan pada mesin cuci front-loading, pakaian berputar arah vertikal, sehingga pakaian dibanting dan akan lebih bersih karena efek pembantingan tersebut.

Nha, kalau masalah harga, bisa kita lihat pada tabel di atas.  Mana yang paling sesuai untuk kita? Mari kita sesuaikan dengan kebutuhan dan budget.  Selamat mencuci :)

Apakah Betadine Dapat Digunakan Untuk Test Kualitas Deterjen?

Hello Forti-ers, jumpa lagi di artikel saya.  Kali ini saya sedikit agak usil mengorek apakah Betadine (obat luka yang ada di pasaran) itu dapat digunakan untuk tes kinerja (kualitas) deterjen?  Saya tertarik menulis artikel ini karena sangat penasaran dengan satu hal yang pernah saya dengar dari beberapa orang teman sesama praktisi kimia laundry:

“Kalau mau ngetes deterjen itu bagus atau nggak, coba aja dites pake Betadine.  Bisa pake 2 cara, pertama masukkan Betadine beberapa tetes ke dalam air 1 gelas, lalu masukkan deterjen sedikit demi sedikit hingga warna Betadine hilang.  Atau sebaliknya, masukkan dulu deterjen ke dalam 1 gelas air, lalu teteskan Betadine hingga warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan.  Jumlah Betadine dan jumlah deterjen harus terukur dengan tepat (kuantitatif), sehingga dapat dibandingkan antara kinerja deterjen satu dengan lainnya.  Misalnya kita menggunakan cara pertama, maka jumlah Betadine mula-mula yang dimasukkan ke dalam air harus sama, contohnya 10 tetes (0,5 ml).  Jumlah deterjen yang dimasukkan sedikit demi sedikit juga harus terukur dengan tepat, misal ditimbang atau cukup menggunakan takaran seperti menggunakan ujung sendok kecil.  Jangan lupa untuk selalu diaduk.  Makin banyak jumlah deterjen yang dimasukkan agar warna larutan Betadine menjadi bening, maka makin jeleklah deterjen kita.  Misal deterjen A membutuhkan 3 ujung sendok agar warna larutan Betadine hilang, sedangkan deterjen B membutuhkan 5 ujung sendok.  Dapat disimpulkan bahwa deterjen A lebih bagus daripada deterjen B.  Bila kita menggunakan cara kedua, sama juga.  Deterjen mula-mula yang dimasukkan ke dalam air harus sama dan terukur, misalnya 1 sendok makan, aduk rata, lalu masukkan Betadine tetes demi tetes sambil diaduk hingga warna larutan berubah menjadi kuning kecoklatan.  Makin banyak jumlah Betadine yang diteteskan, maka makin baguslah deterjen kita.”

Apa benar?

Saya sempat mencoba cara tersebut dan sekilas memang sepertinya cara tersebut oke punya.  Tapi saya sempat ragu juga.  Lalu saya bahas dengan beberapa orang teman dengan background yang sama dengan saya, yaitu kimia.  Mereka juga belum bisa menangkap sisi ilmiah dari cara tersebut.  Apakah noda-noda sehari-hari pada pakaian bisa diidentikkan dengan Betadine?  Misalnya noda lemak, tinta, karat, jamur, tanah, dan lain-lain.

Oke, sekarang kita lihat apakah Betadine itu? Betadine merupakan senyawa kompleks polyvinylpyrrolidone-iodine atau povidone-iodine (PVP-I) yang mengandung iodine sekitar 7,5-10%.  Iodine ini akan terlepas secara perlahan-lahan dari kompleksnya lalu berfungsi untuk membunuh sel eukariot dan prokariot melalui iodinasi lipid dan oksidasi sitoplasma dan komponen membran pada bakteri, jamur, dan virus, sehingga mencegah infeksi pada luka.

Lalu bagaimana bila Betadine ditambahkan pada deterjen? Reaksi apa yang terjadi? Iodine pada Betadine merupakan oksidator.  Sedangkan deterjen pada umumnya mengandung surfaktan ionik (anionik, kationik, maupun zwitterionik) sebagai zat aktifnya.  Walaupun ada beberapa deterjen yang surfaktannya nonionik (tidak bermuatan).  Namun sebagian besar deterjen mengandung surfaktan anionik (bermuatan negatif).  Maka bila Betadine ditambahkan pada deterjen, akan terjadi reaksi reduksi-oksidasi (redoks).  Iodine pada Betadine sebagai oksidator akan mengoksidasi surfaktan anionik, sedangkan iodine sendiri akan terreduksi.  Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Oksidasi: 2ROSO3- ↔ 2RSO3 + O2 + 2e-

Reduksi: I2 + 2e- ↔ 2I-

Redoks: I2 + 2ROSO3Na ↔ 2RSO3 + 2NaI + O2

ROSO3Na mewakili surfaktan anionik pada deterjen dengan R adalah CH3(CH2)10CH2(OCH2CH2)3.

Silakan dikoreksi jika ada yang salah dengan reaksi di atas ya.

Surfaktan anionik pada deterjen di atas misalnya SLES, SLS, LAS, ABS, dll.

Pertanyaan 1, bagaimana bila surfaktan di dalam deterjen adalah bukan surfaktan anionik, melainkan surfaktan kationik, zwitterionik, atau bahkan nonionik? Apakah iodine pada Betadine dapat mengoksidasi surfaktan-surfaktan selain anionik tersebut? Bagaimana reaksinya?

Misalkan bila iodine tidak dapat mengoksidasi surfaktan nonionik, padahal sebenarnya deterjen yang mengandung surfaktan nonionik tersebut bagus, maka deterjen tersebut akan tampak jelek karena tidak mengubah warna iodine.  Padahal deterjen impor banyak sekali yang mengandung surfaktan jenis nonionik ini.

Pertanyaan 2, apakah iodine pada Betadine dapat diidentikkan dengan noda? Apakah reaksi surfaktan terhadap noda adalah reaksi redoks? Mari kita lihat.

Surfaktan (zat aktif permukaan) pada deterjen mempunyai dua ujung yang berbeda yaitu ujung hidrofil (suka air) dan ujung hidrofob (benci air / suka lemak).  Zat aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.  Berikut ini adalah gambaran cara kerja surfaktan pada deterjen saat mengangkat noda.

Cara kerja surfaktan deterjen terhadap noda

Cara kerja surfaktan deterjen terhadap noda

Taken from Utah University.

Mula-mula, surfaktan berbentuk misel dengan ujung hidrofil berikatan hidrogen dengan air, sedangkan ujung hidrofobnya tertolak oleh air, sehingga terlindung di bagian dalam misel.  Saat berdekatan dengan noda, ujung hidrofob ini akan menarik noda dari kain, kemudian bersama-sama membentuk misel baru.  Suhu tinggi, pengadukan dan pengucekan pakaian akan mempercepat proses ini karena akan mempermudah terlepasnya noda dari kain.  Semua proses ini tidak melibatkan pertukaran elektron seperti pada reaksi redoks antara iodine pada betadine dengan surfaktan anionik.  Yang terjadi hanyalah interaksi / gaya yang timbul akibat adanya sifat hidrofil-hidrofob tersebut.

Tuh kan?

Terjawab sudah bahwa iodine pada Betadine tidak bisa diidentikkan dengan noda karena interaksi yang terjadi dengan surfaktan jelas berbeda.

Sebenarnya bisa juga diasumsikan bahwa jumlah iodine setara dengan jumlah surfaktan pada deterjen (cara 2).  Namun apakah jumlah surfaktan dalam deterjen dapat diasumsikan bahwa deterjen itu bagus?

“This whole chemical interplay of detergent, dirt and water needs just the right mix of water and quantity and nature of surfactant molecule to take place appreciably. If there are too few surfactant molecules, and too little energy in the water, the surfactants will not be able to surround and carry away oil and dirt globules as described. However, too many surfactant molecules will cause a problem as well because they will stick to every fiber present and copious rinsing will be required to really rid the laundry of the thus resultant surfactant layer.” (brighthub. com)

Tuh, ternyata kebanyakan surfaktan malah jelek juga ya?

Selain itu, di dalam deterjen, yang bekerja membersihkan noda bukan hanya surfaktan, tapi juga ada enzim, bleach agent, bintik biru, dll.

“Modern detergents contain more than surfactants. Cleaning products may also contain enzymes to degrade protein-based stains, bleaches to de-color stains and add power to cleaning agents, and blue dyes to counter yellowing.” (chemistry. about. com)

Jika kita mengetes kinerja deterjen menggunakan Betadine seperti ini: Misal deterjen A mengandung surfaktan 30%, tetapi tidak mengandung enzim, bleach agent, bintik biru, dll.  Sedangkan deterjen B hanya mengandung surfaktan 28%, tetapi mengandung bleach agent 25%.  Apakah deterjen A lebih baik daripada deterjen B? Kalau menurut tes Betadine, akan tampak bahwa deterjen A lebih baik daripada deterjen B.  Padahal kan tidak demikian.

Oiya, saya sempat googling berkali-kali dan tidak ada satupun artikel dari luar negeri yang menyebutkan bahwa iodine dapat digunakan untuk tes kinerja deterjen.  Cuma ada di artikel-artikel berbahasa Indonesia dan saya tidak habis pikir dari mana mereka mendapatkan metode ini.  Saya coba cari-cari di SNI (Standar Nasional Indonesia), ASTM (American Society for Testing and Materials), AOAC (Association of Analytical Communities), dan macem-macem metode standar lainnya, tidak ada yang menyebutkan metode Betadine ini.  Saya sangat penasaran.  Bila ada yang memiliki dasar ilmiah atau artikel-artikel valid yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai metode iodine untuk tes kinerja deterjen, silakan berbagi.  Bila ada kesalahan pada artikel saya, mohon maaf ya, dan mohon koreksinya.  Mari kita belajar sama-sama, untuk Indonesia yang lebih baik :).

Seni Mencuci Pakaian

Mencuci pakaian merupakan salah satu kegiatan sehari-hari yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita.  Setelah seharian beraktivitas, pakaian yang kita kenakan akan kotor oleh keringat, debu, dan berbagai noda membandel.  Oleh karena itu, pakaian perlu segera dicuci agar bakteri tidak berlama-lama menempel pada pakaian kotor yang menyebabkan pakaian menjadi bau.

Mencuci pakaian memerlukan trik-trik khusus dan seni tersendiri.  Kita tidak boleh asal saja dalam mencuci karena belum tentu pakaian kita menjadi bersih sempurna dan awet warnanya.  Tentunya kita memiliki setumpuk pakaian yang sudah pudar warnanya, apek baunya, menciut ukurannya, atau terdapat noda yang tidak bisa dihilangkan.  Hal itu terjadi karena kita belum mengetahui seni mencuci pakaian yang baik dan benar.  Berikut ini merupakan tips dan trik seni mencuci pakaian:

  1. Segera bilas dengan air dan sedikit sabun lalu kucek atau sikat dengan kain bersih apabila saat beraktivitas, pakaian kita tiba-tiba terkena suatu noda, misal saos, kecap, darah, dan lainnya.  Mendiamkannya hanya akan memperparah keadaan karena noda akan semakin lengket dan bersenyawa dengan pakaian, sehingga sulit dibersihkan.
  2. Selesai beraktivitas, segera rendam pakaian tersebut dengan deterjen.  Merendam pakaian merupakan tahap yang sangat penting karena pada tahap ini, deterjen akan bekerja melunakkan noda, sehingga noda akan semakin mudah dibersihkan pada saat tahap pencucian.  Semakin lama merendam, noda akan semakin mudah hilang.  Paling lama perendaman adalah 1 malam.  Namun pada umumnya, 30 menit merupakan waktu yang cukup.  Pilih deterjen khusus yang tidak menyebabkan bau saat perendaman.  Hati-hati dengan pakaian yang mudah luntur, jangan merendamnya terlalu lama karena akan merusak warnanya.
  3. Pada saat merendam, mencuci, maupun mengeringkan pakaian, jangan lupa untuk memisahkan pakaian berwarna dengan pakaian putih.  Pakaian yang mudah luntur seperti beberapa jenis jeans juga jangan dicampur dengan pakaian lainnya.  Pemisahan juga dapat dilakukan berdasarkan tingkat kekotoran pakaian tersebut.
  4. Pemilihan deterjen juga perlu diperhatikan:

-          Untuk noda-noda berat, gunakan deterjen khusus seperti Forti Heavy-Duty Detergent.  Deterjen ini akan membantu menghilangkan noda berat yang sulit dibersihkan oleh deterjen konvensional.  Anda juga dapat menambahkan Forti Spot Removal (penghilang noda khusus) yang dicampurkan dengan deterjen atau Anda dapat melakukan spotting terlebih dahulu pada area noda.  Spotting di sini adalah mengaplikasikan Spot Removal pada noda, diamkan sebentar, lalu sikat hingga noda melunak.  Bila noda belum juga hilang, rendam pakaian tersebut dengan deterjen dicampur dengan Spot Removal, lalu cuci.  Noda akan hilang saat pencucian.  Beberapa noda yang sudah terlalu lama menempel pada pakaian, yang sudah bersenyawa dengan serat kain, tidak akan dapat dihilangkan.  Oleh karena itu perlu dilakukan treatment dengan segera setelah pakaian terkena noda.

-          Untuk pakaian berwarna, bila kita menginginkan warna yang tetap seperti baru, walaupun sudah berkali-kali cuci, gunakan Forti Oxy-G Detergent.  Deterjen ini membantu mencerahkan warna pakaian Anda, meski sudah berkali-kali cuci.  Anda juga dapat menambahkan Oxy-G (bukan deterjen) yang dicampurkan dengan deterjen.

-          Untuk pencucian dengan mesin cuci, gunakan deterjen matic atau deterjen liquid.  Deterjen matic merupakan deterjen rendah busa.  Mengapa deterjen untuk mesin cuci harus deterjen rendah busa? Karena busa yang melimpah menyebabkan pakaian akan membutuhkan air yang banyak untuk membilasnya.  Air yang terlalu banyak tentu saja boros bagi kita dan tahap pembilasan akan memakan waktu yang lebih lama.  Selain itu busa yang terlalu banyak akan merusak mesin cuci kita.  Mesin cuci kita akan lebih mudah berkerak.

-          Dibanding deterjen bubuk, deterjen liquid lebih sesuai untuk mesin cuci.  Mengapa? Karena deterjen liquid berbasis air, sedangkan deterjen bubuk berbasis bahan kimia bubuk yang akan mengendap di mesin cuci dan menimbulkan kerak, jamur, karat, dan bau pada mesin cuci kita.  Tentu kita tidak menginginkan mesin cuci kita mudah rusak bukan? Namun, deterjen matic bubuk dapat kita gunakan pada mesin cuci kita, tetapi kita harus sering membersihkan mesin cuci kita dengan larutan pembersih mesin cuci.  Keampuhan deterjen liquid sama dengan deterjen bubuk dalam membasmi noda.  Namun deterjen liquid lebih cepat bekerja karena lebih mudah larut dibanding deterjen bubuk.

-          Bila kita menginginkan pakaian kita lebih lembut tanpa perlu repot menambahkan softener, kita dapat menggunakan deterjen yang sudah mengandung softener di dalamnya, seperti Softmatic Detergent.  Namun, kita juga dapat menambahkan softener di akhir pembilasan.  Jangan bilas lagi pakaian yang sudah kita rendam dengan softener.  Perendaman menggunakan softener minimal 10 menit.

-          Bila kita hanya mencuci pakaian sehari-hari kita dengan noda ringan menggunakan mesin cuci, gunakan deterjen Forti Matic atau Forti Liquid.  Namun bila kita ingin mencuci dengan tangan, gunakan Forti Ultra, Forti Daily, Forti Liquid, atau Forti Cream Detergent.  Ingat, jangan menyikat pakaian terlalu keras karena akan merusaknya.  Bila noda belum juga hilang saat disikat, rendam kembali pakaian tersebut, jangan dipaksa disikat.

-          Untuk pakaian putih, kita dapat merendam pakaian kita memakai pemutih pakaian seperti Forti Whitener.  Perlu diingat bahwa produk ini hanya untuk pakaian putih polos dan jangan mencampurkannya dengan deterjen.  Jangan campur pakaian yang telah direndam menggunakan produk ini dengan pakaian berwarna lain, saat tahap pencucian hingga pengeringan.  Karena akan melunturi pakaian lainnya.

  1. Ada beberapa jenis pakaian yang tidak dapat dicuci menggunakan mesin cuci.  Misalnya, kebaya, gaun, pakaian dalam, dan lain-lain.  Bila digunakan mesin cuci, pakaian-pakaian tersebut akan rusak, melar, menciut, atau sobek.  Untuk itu perlu kita perhatikan label yang biasanya terdapat pada pakaian kita.  Pada label tersebut terdapat informasi penting tentang cara pencucian pakaian tersebut.  Berikut ini merupakan simbol-simbol yang umumnya ada pada label pakaian klik di sini.
  2. Setelah tahap pencucian, kita masuk pada tahap pengeringan.  Pada umumnya kita menggunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian kita.  Namun kita juga dapat menggunakan mesin pengering khusus (dryer).  Perlu diingat bahwa tidak semua pakaian dapat dikeringkan menggunakan sinar matahari ataupun dryer.  Biasanya pengeringannya hanya perlu diangin-anginkan saja.  Untuk itu kita perlu memperhatikan label pada pakaian.  Pada pengeringan menggunakan sinar matahari maupun dryer, kita perlu membalik pakaian kita, yang di bagian luar menjadi di dalam, untuk mempertahankan warnanya.  Pakaian berwarna yang terkena panas berlebihan akan mudah pudar.  Pada pengeringan menggunakan dryer, perhatikan waktunya.  Setiap jenis pakaian memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk kering.  Setiap 15 menit, periksa pakaian-pakaian di dalam dryer, keluarkan pakaian yang sudah kering, tutup kembali, lalu lanjutkan pemanasan hingga semua pakaian kering.  Hal ini perlu dilakukan untuk menghemat listrik atau gas dan mempercepat proses pengeringan.  Pakaian yang sudah kering, bila tidak kita keluarkan terlebih dahulu, akan terus ikut dikeringkan, sehingga panas yang seharusnya untuk pakaian yang masih basah, akan terhalang oleh pakaian kering tersebut dan proses pengeringan akan menjadi lebih lama.  Selain itu pakaian yang terlalu kering akan menjadi kaku dan sulit untuk disetrika.
  3. Setelah kering, pakaian siap untuk disetrika.  Jangan sekali-sekali menyetrika pakaian yang masih basah karena akan menimbulkan bau.  Dan perhatikan label pada pakaian, tidak semua pakaian bisa disetrika.  Pada tahap penyetrikaan, kita dapat menggunakan pelicin setrikaan seperti Forti Ironing Liquid untuk melicinkan pakaian dan memudahkan proses penyetrikaan.  Produk ini terdapat beraneka macam wewangian yang tahan lama yang dapat Anda pilih sesuai gaya Anda.
  4. Setelah disetrika, pakaian dapat disemprotkan parfum laundry pada sisi bagian atas, bawah, dan dalam pakaian.  Parfum ini akan menempel berminggu-minggu lamanya walau disimpan di dalam lemari sekalipun.  Pilihlah parfum dengan aroma yang sama dengan aroma pelicin dan softener.  Aroma yang berlainan akan menimbulkan crash sehingga aromanya akan saling meniadakan.

Nah, demikian tips dan trik seni mencuci pakaian kali ini.  Bila semua poin di atas dilaksanakan, niscaya pakaian Anda akan lebih bersih, awet, dan terawat.  Untuk info mengenai kimia laundry, klik di sini.  Selamat mencoba :).